DKPPKB Sulbar Perkuat Pemeriksaan Viral Load dan Validasi Data Layanan HIV

MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Technical Assistance (TA) Viral Load Meeting untuk mengevaluasi capaian pemeriksaan, memperbaiki kualitas data, dan memperkuat tindak lanjut layanan HIV.

Kegiatan berlangsung pada 20–22 Oktober 2026 di Wisma Malaqbi, Mamuju, melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan (P2PKL), Program HIV/AIDS dan PIMS.

Pertemuan ini melibatkan pengelola program HIV, petugas laboratorium, dan pengelola data dari enam kabupaten se-Sulawesi Barat serta fasilitas pelayanan kesehatan.

Fokus pembahasan mencakup evaluasi capaian pemeriksaan viral load, validasi dan sinkronisasi data melalui Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA) 2.1, serta identifikasi kendala dalam pemeriksaan dan tindak lanjut hasilnya.

Pemeriksaan viral load digunakan untuk memantau keberhasilan pengobatan antiretroviral (ARV) bagi orang dengan HIV. Penguatan pelaksanaannya perlu didukung pencatatan yang akurat, koordinasi antarlayanan, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan secara tepat.

Melalui pertemuan ini, DKPPKB Sulbar mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan cakupan pemeriksaan viral load sekaligus mendukung kesinambungan pengobatan ARV.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian target pengakhiran AIDS pada 2030 melalui strategi 95-95-95. Pelaksanaannya didukung Global Fund komponen AIDS Tahun Anggaran 2026.

Penguatan layanan HIV tersebut sejalan dengan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan.

DKPPKB Sulbar berharap hasil pertemuan dapat memperkuat tata kelola program, meningkatkan kualitas data, serta mendukung layanan HIV yang berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV di Sulawesi Barat. (Adv/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *