Musrenbang 2027 Sulbar, Gubernur Soroti Kemiskinan hingga Stunting

Mamuju, SorotanPena.Id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2027 secara hybrid di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini diikuti seluruh bupati se-Sulawesi Barat dan dipimpin langsung Gubernur Sulbar, Suhardi Duka.

Dalam arahannya, gubernur menegaskan bahwa Sulawesi Barat masih menghadapi sejumlah persoalan pembangunan yang strategis dan mendasar. Ia menyoroti tingkat kemiskinan yang masih berada di angka 10,18 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Selain itu, angka kemiskinan ekstrem juga mengalami peningkatan, dari 1,46 persen menjadi 1,74 persen. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan serius yang harus segera ditangani secara bersama.

Di sisi lain, kualitas tenaga kerja juga dinilai masih rendah. Gubernur mengungkapkan, sekitar 56,89 persen tenaga kerja di Sulbar masih berpendidikan SMP ke bawah. Hal ini turut berdampak pada daya saing sumber daya manusia di daerah.

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah tingginya prevalensi stunting yang mencapai 35,40 persen. Angka tersebut menunjukkan masih perlunya intervensi yang lebih kuat dan terarah dalam sektor kesehatan.

“Permasalahan ini harus menjadi perhatian serius kita bersama. Diperlukan langkah konkret dan terukur agar pembangunan daerah berjalan lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegas Suhardi Duka.

Musrenbang ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan nasional, sekaligus merumuskan langkah prioritas dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan ke depan.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya peran sektor kesehatan, khususnya dalam penanganan stunting.

Menurutnya, percepatan penurunan stunting terus diperkuat melalui Gerakan PASTI PADU sebagai pendekatan terintegrasi lintas sektor.

“Penanganan stunting menjadi salah satu prioritas utama. Melalui Gerakan PASTI PADU, kami memperkuat intervensi yang terarah dan berkelanjutan untuk mencapai target pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, upaya tersebut sejalan dengan Panca Daya ke-3 Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, yakni membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Melalui Musrenbang ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi dan komitmen dalam menyusun perencanaan pembangunan yang responsif terhadap isu strategis daerah, guna mendorong terwujudnya Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera. (Adv/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *