MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong transformasi promosi kesehatan melalui pemanfaatan media digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui pembekalan pengelolaan media edukasi kesehatan berbasis media sosial bertajuk Promkes Siamasei yang diikuti pengelola promosi kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar dan seluruh puskesmas se-Kabupaten Polewali Mandar secara daring, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola promosi kesehatan dalam mengembangkan media edukasi yang kreatif, terintegrasi, dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas melalui berbagai platform digital.
Program tersebut juga sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang diusung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi dan edukasi kesehatan masyarakat.
Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan, Kesehatan Komunitas dan Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, Muh Saleh, mengatakan bahwa Promkes Siamasei menjadi salah satu model pengembangan media edukasi kesehatan yang terintegrasi mulai dari tingkat kabupaten hingga puskesmas.
“Promkes Siamasei hadir sebagai model penguatan promosi kesehatan berbasis media sosial yang terintegrasi. Melalui pendekatan ini, pesan-pesan kesehatan dapat disampaikan secara lebih menarik, mudah dipahami, dan menjangkau masyarakat lebih luas, terutama generasi muda yang aktif di ruang digital,” ujar Muh Saleh.
Menurutnya, pola penyampaian informasi kesehatan saat ini harus mengikuti perkembangan teknologi dan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi.
“Promosi kesehatan tidak lagi cukup dilakukan melalui metode konvensional. Kita perlu memanfaatkan media digital agar informasi kesehatan dapat hadir di ruang-ruang yang setiap hari diakses masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengapresiasi inisiatif Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar yang terus berinovasi dalam mengembangkan media edukasi kesehatan berbasis digital.
“Kami mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan Polewali Mandar yang terus berinovasi dalam memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat. Pengembangan media edukasi berbasis digital merupakan kebutuhan saat ini agar informasi kesehatan dapat tersampaikan secara cepat, tepat, dan efektif,” kata dr. Nursyamsi Rahim.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan puskesmas menjadi faktor penting dalam membangun sistem promosi kesehatan yang kuat, adaptif, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, DKPPKB Sulawesi Barat berharap para pengelola promosi kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar semakin mampu menghasilkan konten edukasi kesehatan yang berkualitas, inovatif, dan mudah dipahami masyarakat.
Dengan pemanfaatan media sosial yang optimal, edukasi kesehatan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat serta mendorong peningkatan kesadaran untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. (Adv/Rls)






