Pasangkayu, SorotanPena.Id — Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu bersama Puskesmas Lariang melaksanakan kegiatan pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di SMP Negeri 2 Lariang, Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik melalui penguatan perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut dihadiri Tim Kerja Promosi Kesehatan, Kesehatan Komunitas, dan Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan yang memberikan edukasi langsung kepada para siswa. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini, penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), gizi seimbang, serta upaya pencegahan penyakit.
Pembinaan UKS dinilai sebagai strategi penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat di kalangan pelajar, sekaligus mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal. Melalui pendekatan edukatif, para siswa diajak lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, Wawan Iskandar, turut mendampingi kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan program promosi kesehatan di tingkat sekolah.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, sebagaimana tertuang dalam Panca Daya ke-3 pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa pembinaan UKS harus dilakukan secara komprehensif melalui penerapan Trias UKS.
“Pembinaan UKS tidak hanya sebatas edukasi, tetapi mencakup tiga pilar utama, yakni pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, implementasi Trias UKS dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti penerapan PHBS, pemeriksaan kesehatan berkala bagi siswa, pengelolaan kantin sehat, serta peningkatan sarana dan prasarana sanitasi di lingkungan sekolah.
Menurutnya, lingkungan sekolah yang sehat akan sangat berpengaruh terhadap kualitas belajar siswa serta pembentukan karakter generasi muda yang lebih sehat dan produktif. (Adv/Rls)







