Pelatihan Imunisasi Digelar, Puskesmas Jadi Garda Terdepan Lindungi Anak

Pasangkayu, SorotanPena.Id — Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu bekerja sama dengan UPT Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Pelatihan Pengelola Imunisasi Tingkat Puskesmas pada 6–10 April 2026 di Hotel Mutiara, Pasangkayu.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan sekaligus memperkuat kualitas penyelenggaraan program imunisasi di daerah.

Pelatihan diikuti oleh pelaksana imunisasi dari seluruh Puskesmas se-Kabupaten Pasangkayu sebagai garda terdepan dalam memastikan layanan imunisasi dasar dan lanjutan berjalan optimal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasangkayu, drg. Rukman, menegaskan bahwa imunisasi merupakan intervensi kesehatan paling efektif dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

“Pelatihan ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap anak mendapatkan layanan imunisasi yang lengkap, aman, dan bermutu. Kami berharap peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan cakupan imunisasi,” ujarnya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Materi pelatihan mencakup kebijakan imunisasi, PD3I, mikroplanning, komunikasi dan edukasi, pengelolaan rantai dingin vaksin, hingga pencatatan, pelaporan, monitoring, evaluasi, dan surveilans Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai upaya konkret memperkuat layanan kesehatan primer.

“Penguatan kapasitas tenaga kesehatan di Puskesmas menjadi kunci keberhasilan program imunisasi sekaligus fondasi perlindungan masyarakat dari penyakit menular,” ujarnya.

Selain materi, pelatihan juga dilengkapi dengan diskusi interaktif, studi kasus, role play, serta praktik teknis untuk meningkatkan pemahaman peserta secara komprehensif, termasuk dalam menjangkau anak zero dose dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.

Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi DKPPKB Sulbar, Muslimin, menambahkan bahwa kompetensi pengelola di tingkat layanan dasar sangat menentukan keberhasilan program.

Dengan penguatan kapasitas yang berkelanjutan, diharapkan cakupan imunisasi meningkat dan berdampak pada penurunan angka kesakitan serta kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. (Adv/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *