Pelatihan Pelayanan Kesehatan Lansia dan Geriatri bagi Tenaga Kesehatan Resmi Ditutup

MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Sejalan dengan komitmen pembangunan daerah melalui Misi Panca Daya 3, yaitu terwujudnya sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat berhasil menyelesaikan Pelatihan Pelayanan Kesehatan Lanjut Usia dan Geriatri bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Kegiatan yang diselenggarakan melalui kerja sama DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat dan proyek Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SOPHI), serta diampu oleh Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar, tersebut resmi ditutup pada Selasa (29/9/2026). Pelatihan berlangsung selama delapan hari, sejak 22 September 2026.

Pelatihan diikuti 30 tenaga medis dan tenaga kesehatan terpilih dari lima kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat, dengan rincian sebagai berikut:

  • Kabupaten Pasangkayu: 6 peserta
  • Kabupaten Majene: 6 peserta
  • Kabupaten Polewali Mandar: 6 peserta
  • Kabupaten Mamasa: 6 peserta
  • Kabupaten Mamuju Tengah: 6 peserta

Selama pelaksanaan, para peserta menyelesaikan 50 Jam Pelajaran (JPL) yang disampaikan oleh fasilitator dan narasumber kompeten. Mereka berasal dari unsur pejabat struktural DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, widyaiswara BBPK Makassar, serta tim fasilitator kesehatan kelompok rentan.

Dalam pesan penutupnya, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menekankan pentingnya tertib administrasi dan akuntabilitas data pelayanan kepada seluruh jajaran tenaga kesehatan di Puskesmas.

“Kepada teman-teman di Puskesmas, saya meminta agar selalu mencatat dan melaporkan seluruh kegiatan pelayanan lanjut usia yang dilaksanakan di wilayah kerja masing-masing secara rutin dan akurat. Pendataan yang terintegrasi dan valid merupakan kunci untuk memantau status kesehatan lansia secara berkelanjutan serta mengevaluasi efektivitas program kesehatan di Sulawesi Barat,” tegas dr. Nursyamsi Rahim.

Melalui peningkatan kapasitas tersebut, tenaga kesehatan di tingkat Puskesmas diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul, sigap, ramah, dan profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan terpadu yang ramah lansia serta penanganan geriatri berkualitas di seluruh wilayah Sulawesi Barat. (Adv/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *