MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat komitmen meningkatkan kinerja, kolaborasi, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan jajaran DKPPKB Sulbar usai mengikuti Apel Virtual Senin yang dirangkaikan dengan momentum Hari Jadi ke-22 Provinsi Sulawesi Barat 2026.
Apel yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, tersebut menjadi momentum bagi jajaran DKPPKB untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus menyatukan langkah dalam mendukung arah pembangunan daerah.
Junda Maulana dalam arahannya meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) memperkuat kinerja, kerja sama, dan pengabdian dalam menjalankan tugas pemerintahan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurut Junda, pembangunan Sulawesi Barat tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Sinergi antarperangkat daerah menjadi kunci agar setiap program pemerintah dapat memberikan dampak dan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Mari bersama-sama tingkatkan kinerja, semangat dan pengabdian untuk kepentingan bangsa dan negara serta Sulawesi Barat,” ujar Junda.
Ia juga mengingatkan ASN agar tidak pesimistis menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Jangan pesimistis. Kita harus terus bekerja, berkolaborasi dan memberikan yang terbaik sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” tegasnya.
Arahan tersebut menjadi penguatan bagi DKPPKB Sulbar yang memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, khususnya pada sektor kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan semangat kolaborasi yang disampaikan Sekda menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program DKPPKB.
Menurutnya, pelayanan kesehatan dan program pengendalian penduduk serta keluarga berencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah kabupaten, hingga masyarakat.
“Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran DKPPKB bahwa pembangunan, khususnya pembangunan kesehatan, tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja bersama, koordinasi dan pengabdian yang konsisten agar program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar dr. Nursyamsi.
Ia menegaskan, jajaran DKPPKB Sulbar akan terus mendorong budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan dan hasil.
Setiap program, kata dia, harus diarahkan tidak hanya untuk memenuhi target administratif, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
“ASN harus hadir memberikan solusi. Karena itu, kami terus mendorong seluruh jajaran DKPPKB untuk bekerja lebih responsif, memperkuat koordinasi dan memastikan setiap program memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dr. Nursyamsi menambahkan, tantangan pembangunan kesehatan dan kependudukan membutuhkan pendekatan lintas sektor.
Karena itu, DKPPKB Sulbar terus memperkuat koordinasi dengan berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk memastikan program berjalan secara terpadu.
“Kolaborasi menjadi kata kunci. Kita ingin seluruh jajaran memiliki semangat yang sama, bekerja bersama dan bergerak dengan arah yang sama dalam mendukung Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh jajaran DKPPKB menjadikan momentum Hari Jadi Sulbar ke-22 sebagai penyemangat untuk meningkatkan kualitas pengabdian.
“Semangat hari jadi ini harus kita terjemahkan dalam bentuk kerja nyata. Apa yang kita lakukan harus bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Apel Virtual Senin tersebut diikuti Kepala DKPPKB, Sekretaris Dinas, serta seluruh kepala bidang lingkup DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat. Kehadiran jajaran DKPPKB menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi dan memastikan arah kebijakan pemerintah daerah dapat diterjemahkan melalui pelaksanaan program di sektor kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana. (Adv/Rls)






