MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Sebanyak 80 perahu sandeq dipastikan ambil bagian dalam ajang Sandeq Silumba 2026. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan pelaksanaan tahun 2025 yang diikuti 55 perahu.
Ketua Dewan Pengarah Sandeq Silumba 2026, Syamsul Samad, mengatakan peningkatan jumlah peserta menjadi salah satu indikator tingginya kepercayaan masyarakat, khususnya para passandeq, terhadap penyelenggaraan event tersebut.
Hal itu disampaikan Syamsul dalam bincang santai terkait persiapan Sandeq Silumba 2026, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menindaklanjuti arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka.
Menurut Syamsul, meningkatnya jumlah peserta tidak terlepas dari upaya panitia dan pemerintah dalam membangun komunikasi serta memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para passandeq.
“Tahun lalu kita mampu menghadirkan layanan yang luar biasa dan kerja sama, serta komunikasi yang baik antara pemerintah dan passandeq. Apa yang menjadi keinginan para passandeq betul-betul kita diskusikan dan kita wujudkan dalam bentuk layanan nyata dalam memfasilitasi lomba,” ujar Syamsul.
Ia menyebut, bertambahnya peserta dari 55 perahu pada 2025 menjadi 80 perahu pada 2026 menunjukkan adanya optimisme dan kepercayaan para passandeq terhadap penyelenggaraan Sandeq Silumba.
“Alhamdulillah, tahun ini 80 perahu sandeq menjadi peserta Sandeq Silumba. Itu berarti penyelenggaraan ini juga akan bisa survive,” katanya.
Rangkaian Sandeq Silumba 2026 akan diawali dengan acara pembukaan pada Jumat, 25 September 2026, pukul 16.00 WITA.
Pada malam harinya, panitia juga menyiapkan pesta rakyat yang diperuntukkan bagi masyarakat dan para passandeq sebelum memulai pelayaran pada hari berikutnya.
Syamsul menjelaskan, pesta rakyat menjadi salah satu bagian dari rangkaian Sandeq Silumba 2026. Kegiatan tersebut juga sejalan dengan harapan Kementerian Pariwisata, mengingat Sandeq Silumba telah masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN).
Selain menjadi ruang hiburan bagi masyarakat dan passandeq, pesta rakyat diharapkan mampu memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat setempat.
“Pelaksanaan pesta rakyat akan menopang perputaran ekonomi di daerah, meningkatkan UMKM lokal. Itu salah satu mengapa Sandeq Silumba masuk KEN,” ungkap Syamsul.
Syamsul juga mengajak masyarakat untuk menyaksikan langsung Sandeq Silumba 2026 dan melihat ketangkasan para passandeq dalam mengarungi laut.
Menurutnya, sandeq tidak sekadar menjadi perahu atau bagian dari sebuah perlombaan. Lebih dari itu, sandeq merupakan warisan budaya maritim masyarakat Mandar yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
“Kita ajak masyarakat untuk menyaksikan event Sandeq Silumba 2026, bagaimana ketangkasan para passandeq, para pelaut Mandar yang menjaga warisan budaya dari generasi ke generasi, mewarisi budaya maritim kita yang sudah menjadi identitas kita orang Mandar,” tuturnya.
Dengan keikutsertaan 80 perahu, Sandeq Silumba 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang adu ketangkasan para passandeq, tetapi juga menjadi ruang promosi budaya dan pariwisata Sulawesi Barat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang rangkaian kegiatan. (rls/*)











