Pemprov Sulbar Pastikan Penilaian MTQ XI Berjalan Profesional dan Objektif

MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026 di Kabupaten Mamuju memasuki hari kedua. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memastikan seluruh proses perlombaan hingga penilaian berlangsung lancar, profesional, objektif, dan berintegritas.

Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, mengatakan pelaksanaan pada hari pertama berjalan tanpa kendala di dua venue, yakni Masjid Suada dan Masjid Mutahidah.

“Alhamdulillah pelaksanaan MTQ telah memasuki hari kedua. Hari pertama berjalan lancar, baik di venue Masjid Suada maupun Masjid Mutahidah,” ujar Murdanil.

Pada hari kedua, jumlah lokasi perlombaan bertambah menjadi tiga. Selain di Masjid Suada dan Masjid Mutahidah, cabang lomba kaligrafi dipusatkan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju dan hanya dilaksanakan selama satu hari.

“Hari ini ada tiga venue, termasuk di Kantor Kemenag Mamuju untuk cabang kaligrafi. Mulai hari ketiga, pelaksanaan kembali dipusatkan di dua venue,” jelasnya.

Murdanil menyampaikan, seluruh rangkaian perlombaan dijadwalkan berakhir pada 1 Juli 2026. Selanjutnya, pada 2 Juli, Dewan Hakim akan melaksanakan rekapitulasi nilai untuk menetapkan para juara di setiap cabang yang diperlombakan.

Ia menegaskan, Pemprov Sulbar telah mempersiapkan Dewan Hakim secara matang melalui bimbingan teknis yang dilaksanakan di Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Mamuju. Kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperbarui pemahaman terhadap regulasi penilaian yang mengalami perubahan.

“Kami telah melaksanakan bimbingan teknis di Polewali Mandar dan Mamuju agar seluruh Dewan Hakim memiliki persepsi yang sama terhadap mekanisme penilaian dan pembaruan regulasi. Alhamdulillah, seluruh Dewan Hakim yang bertugas menjalankan tugasnya secara profesional,” katanya.

Menurut Murdanil, profesionalisme dan integritas Dewan Hakim menjadi kunci utama untuk menjaga kredibilitas pelaksanaan MTQ XI Sulbar. Hal tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, agar seluruh peserta memperoleh penilaian yang adil berdasarkan kemampuan masing-masing.

“Harapan Bapak Gubernur Suhardi Duka, pelaksanaan MTQ tahun ini benar-benar mengedepankan objektivitas. Tidak boleh ada penilaian yang dipengaruhi asal daerah peserta. Yang dijaga adalah integritas Dewan Hakim sehingga hasil yang diperoleh murni berdasarkan kemampuan peserta,” tegas Murdanil.

Melalui sistem penilaian yang profesional, transparan, dan akuntabel, Pemprov Sulbar berharap MTQ XI mampu melahirkan qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta terbaik yang siap mengharumkan nama Sulawesi Barat pada ajang MTQ tingkat nasional. (Rls/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *