MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) melalui implementasi inovasi GARATTA TBC (Gerakan Aktif Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Terpadu Atasi Tuberkulosis). Salah satu langkah konkret dilakukan dengan memperkuat pelaksanaan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kontak erat, kontak serumah, dan kelompok berisiko di wilayah kerja Puskesmas Pamboang, khususnya di Desa Bonde dan Desa Bonde Utara, Kecamatan Pamboang, Jumat (27/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut implementasi GARATTA TBC yang dikembangkan DKPPKB Sulbar sebagai pendekatan kolaboratif berbasis masyarakat untuk meningkatkan penemuan kasus, memperkuat keberhasilan pengobatan, sekaligus memperluas cakupan layanan pencegahan tuberkulosis.
Berdasarkan hasil pemetaan GARATTA TBC, Desa Bonde dan Desa Bonde Utara masih menjadi wilayah prioritas intervensi. Capaian penemuan kasus TBC di Desa Bonde baru mencapai 22 persen dari target, sementara Desa Bonde Utara mencapai 55 persen. Di sisi lain, cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) di seluruh desa lokus masih tercatat 0 persen, sehingga diperlukan percepatan pemberian terapi bagi kelompok sasaran untuk mencegah berkembangnya infeksi menjadi penyakit aktif sekaligus memutus rantai penularan.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa pemberian TPT merupakan salah satu strategi utama dalam upaya eliminasi TBC, terutama bagi individu yang memiliki risiko tinggi terpapar karena tinggal serumah atau memiliki kontak erat dengan pasien TBC.
“Melalui implementasi GARATTA TBC, kita tidak hanya berfokus pada penemuan dan pengobatan kasus, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan melalui pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis kepada kelompok yang berisiko. Ini merupakan langkah strategis untuk memutus rantai penularan sekaligus mendukung target eliminasi TBC di Sulawesi Barat,” ujar dr. Nursyamsi Rahim.
Menurutnya, keberhasilan pengendalian tuberkulosis tidak dapat dibebankan hanya kepada tenaga kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan aktif pemerintah desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, keluarga, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya agar upaya pencegahan, penemuan kasus, dan pendampingan pasien dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menempatkan pembangunan kesehatan sebagai salah satu prioritas utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Melalui penguatan implementasi GARATTA TBC di Desa Bonde dan Desa Bonde Utara, DKPPKB Sulbar optimistis cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis akan terus meningkat, penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat, serta angka penularan TBC di masyarakat semakin ditekan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sulawesi Barat Bebas TBC dengan semangat “Temukan Harapan, Antarkan Kesembuhan.”











