Mamuju, SorotanPena.Id — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan Sosialisasi Uji Kompetensi Berbasis Computer Assisted Test (UKOM CAT) Jabatan Fungsional Kesehatan (Jafungkes) sebagai upaya meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan terhadap mekanisme pelaksanaan uji kompetensi berbasis digital.
Kegiatan tersebut sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Sosialisasi dihadiri Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Mamuju Tengah, Mamasa, dan Pasangkayu atau yang mewakili, ketua tim kerja dan panitia penyelenggara dari Bidang SDMK DKPPKB Sulbar, serta PIC instansi dan peserta sosialisasi UKOM CAT Jabatan Fungsional Kesehatan.
Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas masih ditemukannya sejumlah kendala dalam pelaksanaan UKOM CAT di daerah. Mulai dari registrasi akun instansi, penginputan formasi jabatan, pengunggahan dokumen persyaratan, hingga pemahaman terkait kebijakan jenjang jabatan fungsional kesehatan.
Selain itu, peningkatan pemahaman terhadap sistem UKOM CAT berbasis digital dinilai penting guna mendukung pelaksanaan uji kompetensi yang lebih transparan, objektif, dan akuntabel.
Dalam sambutannya, dr. Nursyamsi Rahim menegaskan bahwa UKOM CAT menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu dan profesionalitas sumber daya manusia kesehatan di Sulawesi Barat.
“UKOM CAT merupakan langkah penting dalam mendukung transparansi, objektivitas, dan efisiensi pelaksanaan uji kompetensi tenaga kesehatan,” ujar Nursyamsi Rahim.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi dari Bidang SDMK DKPPKB Sulbar terkait tata cara registrasi akun instansi, penginputan formasi sesuai ketentuan Kementerian PANRB, pengunggahan surat rekomendasi pimpinan, hingga mekanisme verifikasi peserta melalui sistem SSDMK.
Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tata cara pengisian jabatan fungsional dalam sistem UKOM CAT sesuai jenis profesi tenaga kesehatan. Kegiatan juga diisi diskusi interaktif terkait berbagai kendala pelaksanaan UKOM di daerah.
Melalui sosialisasi tersebut, DKPPKB Sulbar berharap pelaksanaan UKOM CAT Jabatan Fungsional Kesehatan dapat berjalan lebih optimal, tertib administrasi, serta mampu mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalitas tenaga kesehatan di Sulawesi Barat.
Selain itu, koordinasi lanjutan bersama pemerintah kabupaten, BKD, dan Ortala akan terus diperkuat guna memastikan implementasi UKOM CAT berjalan efektif dan berkelanjutan. (Adv/Rls)












