MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat langkah percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) melalui pemantapan implementasi program GARATTA TBC (Gerakan Aktif Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Terpadu Atasi Tuberkulosis).
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui rapat internal yang dipimpin langsung Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, bersama Tim GARATTA TBC di BYH Cafe and Resto, Mamuju. Pertemuan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat pelaksanaan gerakan kolaboratif yang akan diimplementasikan di seluruh kabupaten di Sulawesi Barat.
Rapat membahas penyempurnaan strategi pelaksanaan program, penguatan materi edukasi, penyelarasan media komunikasi, hingga penyusunan rencana implementasi GARATTA TBC secara menyeluruh. Tim juga mengevaluasi kesiapan identitas visual (branding), maskot, materi kampanye, serta pendekatan komunikasi berbasis budaya lokal agar pesan pencegahan dan pengendalian TBC lebih mudah dipahami dan diterima masyarakat.
Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa GARATTA TBC dirancang bukan sekadar sebagai program kesehatan, melainkan gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam upaya menemukan kasus TBC sejak dini, mendampingi pasien hingga tuntas menjalani pengobatan, sekaligus menghapus stigma terhadap penyandang TBC.
“Keberhasilan eliminasi TBC tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Dibutuhkan gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, kader, tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga keluarga. GARATTA TBC hadir sebagai identitas gerakan yang menyatukan seluruh kekuatan tersebut,” ujar dr. Nursyamsi Rahim.
Ia menjelaskan, penguatan implementasi GARATTA TBC sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, dan kolaborasi lintas sektor.
Melalui gerakan ini, DKPPKB Sulbar menargetkan terbentuknya partisipasi aktif masyarakat dalam upaya eliminasi TBC, mulai dari peningkatan kesadaran, penemuan kasus secara dini, kepatuhan berobat, hingga terciptanya lingkungan yang bebas stigma terhadap penyintas tuberkulosis.
DKPPKB Sulbar berharap GARATTA TBC dapat berkembang menjadi gerakan kesehatan masyarakat yang memiliki identitas kuat, mudah dikenali publik, serta mampu mendorong keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan Sulawesi Barat bebas tuberkulosis dengan semangat “Temukan Harapan, Antarkan Kesembuhan.” (Adv/Rls)












