MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Penggunaan obat secara tepat dan aman di tingkat keluarga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat. Karena itu, edukasi mengenai cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, hingga membuang obat dengan benar terus didorong agar masyarakat terhindar dari kesalahan penggunaan obat di rumah.
Pesan tersebut disampaikan dalam Dialog Interaktif “Mamuju Siang Ini” yang diselenggarakan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Mamuju, Senin (7/9/2026). Dalam dialog tersebut, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat hadir sebagai narasumber untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan obat melalui prinsip DAGUSIBU.
Ketua Tim Kerja Kefarmasian dan Alat Kesehatan DKPPKB Sulbar, Yulianus Dupa Budi, menyampaikan pentingnya meningkatkan pengetahuan masyarakat agar mampu menggunakan obat secara aman dan rasional.
Dialog yang dipandu host Megapika tersebut berlangsung pukul 11.00–12.00 WITA dan disiarkan melalui RRI Mamuju, serta dapat diikuti masyarakat melalui siaran langsung di Facebook dan YouTube RRI Mamuju.
Mengangkat tema “Cara Tepat Kelola Obat di Rumah: Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang (DAGUSIBU)”, masyarakat diajak memahami bahwa pengelolaan obat tidak berhenti setelah obat dibeli.
Obat harus diperoleh dari tempat resmi dan terpercaya, digunakan sesuai aturan dan dosis, disimpan berdasarkan kondisi yang dipersyaratkan, serta dibuang dengan cara yang tepat ketika sudah rusak, kedaluwarsa, atau tidak lagi digunakan.
Yulianus menjelaskan, kesalahan dalam penggunaan dan penyimpanan obat dapat memengaruhi efektivitas obat dan berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan.
“Prinsipnya, masyarakat perlu menjadi lebih cerdas dalam menggunakan obat. Jangan hanya mengetahui nama obatnya, tetapi juga memahami aturan penggunaan, dosis, penyimpanan, hingga bagaimana membuang obat yang sudah tidak digunakan,” ujarnya.
Menurutnya, pemahaman DAGUSIBU penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari karena sebagian besar masyarakat memiliki persediaan obat di rumah. Pengetahuan yang memadai dapat membantu keluarga menggunakan obat secara lebih bertanggung jawab sekaligus mencegah penggunaan obat yang tidak sesuai.
Dialog interaktif bersama RRI Mamuju menjadi salah satu upaya memanfaatkan media penyiaran untuk memperluas jangkauan komunikasi dan edukasi kesehatan. Melalui media, pesan promotif dan preventif dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk mereka yang tidak sedang berada di fasilitas pelayanan kesehatan.
Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya DKPPKB Sulbar memperkuat literasi kesehatan masyarakat. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima layanan kesehatan, tetapi juga memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Penguatan edukasi melalui berbagai kanal komunikasi sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam mewujudkan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.”
Masyarakat yang sehat dan memiliki pengetahuan kesehatan yang memadai merupakan modal penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Karena itu, sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan media seperti RRI diharapkan terus dikembangkan untuk menghadirkan informasi kesehatan yang benar, mudah dipahami, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
DAGUSIBU bukan sekadar cara mengelola obat, tetapi bagian dari upaya membangun kebiasaan masyarakat agar lebih aman, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan keluarga. (Adv/Rls)








