MAMASA, SOROTANPENA.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperkuat jejaring Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di Kabupaten Mamasa sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, sekaligus memperkuat kemampuan daerah dalam melakukan deteksi dini dan merespons berbagai persoalan kesehatan.
Upaya tersebut dilakukan melalui Pendampingan Teknis Implementasi dan Penguatan Jejaring Labkesmas Tingkat 2 dan 3 yang berlangsung di Kabupaten Mamasa pada 6–8 September 2026.
Kegiatan dilaksanakan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat bersama Tim Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Makassar.
Kedatangan tim pendamping disambut langsung Bupati Mamasa Welem Sambolangi. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang menjadikan Mamasa sebagai salah satu lokus pendampingan teknis penguatan Labkesmas.
Menurut Welem, penguatan laboratorium kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama dalam mendukung pemeriksaan dan deteksi berbagai penyakit.
“Kami menyambut baik dan berterima kasih atas perhatian Kementerian Kesehatan serta Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang menempatkan Kabupaten Mamasa sebagai lokus pendampingan teknis Labkesmas,” ujar Welem.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Mamasa siap mendukung penyiapan sarana, prasarana, dan sumber daya manusia agar bantuan peralatan laboratorium melalui program InPULS dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Pemerintah Kabupaten Mamasa siap bersinergi dan mendukung penuh penyiapan sarana, prasarana, serta SDM agar pemanfaatan bantuan peralatan laboratorium dari program InPULS ini dapat berjalan optimal demi meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat Mamasa,” katanya.
Sementara itu, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat dr. Nursyamsi Rahim menegaskan bahwa penguatan Labkesmas tidak hanya berkaitan dengan penyediaan peralatan laboratorium.
Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia, ruangan, sarana pendukung, tata kelola, hingga pemenuhan standar mutu pemeriksaan harus dipastikan agar peralatan yang diberikan dapat berfungsi optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui pendampingan InPULS ini, kita ingin memastikan kesiapan fasilitas laboratorium daerah, baik dari sisi ketersediaan SDM maupun sarana dan prasarana penunjangnya,” ujar Nursyamsi.
Ia menjelaskan, laboratorium kesehatan memiliki posisi strategis dalam sistem kesehatan daerah. Hasil pemeriksaan laboratorium dapat menjadi dasar untuk mendukung deteksi dini penyakit, surveilans kesehatan, penanganan kasus, serta pengambilan keputusan berbasis data.
Karena itu, semakin kuat kapasitas laboratorium daerah, semakin cepat pula berbagai persoalan kesehatan dapat dikenali dan ditindaklanjuti.
Dalam pendampingan tersebut, tim melakukan sejumlah kegiatan teknis, di antaranya mentoring petugas laboratorium, pemetaan kendala operasional, serta verifikasi kesiapan ruangan yang akan digunakan untuk penempatan peralatan.
Sebanyak tiga unit peralatan laboratorium kesehatan direncanakan ditempatkan di Kabupaten Mamasa melalui program InPULS Kementerian Kesehatan Tahun Anggaran 2026.
Verifikasi dilakukan untuk memastikan peralatan tersebut ditempatkan pada fasilitas yang sesuai dan didukung tenaga serta sarana yang memadai. Dengan demikian, keberadaan peralatan baru diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan laboratorium dan memenuhi kebutuhan pemeriksaan kesehatan masyarakat di daerah.
Penguatan jejaring Labkesmas juga menjadi bagian dari upaya membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh di Sulawesi Barat. Laboratorium tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemeriksaan, tetapi merupakan bagian penting dari sistem kewaspadaan kesehatan.
Kemampuan mendeteksi penyakit secara lebih cepat akan membantu pemerintah menentukan langkah intervensi secara tepat. Bagi Kabupaten Mamasa, penguatan kapasitas laboratorium juga diharapkan dapat mendekatkan akses pemeriksaan kepada masyarakat sekaligus memperkuat dukungan terhadap pelayanan kesehatan di tingkat daerah.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam mewujudkan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera.”
Pembangunan kesehatan menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memenuhi hak dasar masyarakat.
Melalui penguatan jejaring Labkesmas, Pemprov Sulbar berharap sistem pelayanan kesehatan semakin terintegrasi, mulai dari upaya pencegahan, deteksi dini, pemeriksaan, surveilans, hingga respons terhadap berbagai masalah kesehatan. (Adv/Rls)






