Mamuju, SorotanPena.Id – Memperingati Hari Aktivitas Fisik Sedunia yang jatuh setiap 6 April, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan aktivitas fisik sebagai upaya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit tidak menular.
Peringatan ini sejalan dengan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dan Sekretaris Daerah, Junda Maulana.
Berdasarkan data nasional, prevalensi masyarakat yang kurang melakukan aktivitas fisik terus meningkat. Pada tahun 2013 tercatat sebesar 26,1 persen, naik menjadi 33,5 persen pada 2018, dan mencapai 37,4 persen pada 2023. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berkontribusi terhadap meningkatnya kasus obesitas serta penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Aktivitas fisik memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Selain membantu menjaga berat badan ideal, aktivitas fisik juga dapat menurunkan risiko penyakit kronis, meningkatkan kebugaran tubuh, serta memperbaiki kesehatan mental. Bahkan, aktivitas fisik ringan yang dilakukan secara rutin telah memberikan dampak positif bagi tubuh.
Untuk memperoleh manfaat optimal, masyarakat dianjurkan melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, senam, maupun pekerjaan rumah tangga aktif dapat menjadi pilihan yang mudah dan terjangkau.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan pentingnya membangun kebiasaan hidup aktif di tengah masyarakat.
“Peringatan Hari Aktivitas Fisik Sedunia ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat Sulawesi Barat agar lebih peduli terhadap kesehatan dengan mulai bergerak aktif setiap hari. Aktivitas fisik tidak harus berat, yang penting dilakukan secara rutin dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, gerakan hidup aktif merupakan bagian penting dari upaya promotif dan preventif dalam pembangunan kesehatan daerah.
“Dengan masyarakat yang aktif dan sehat, kita dapat mencegah berbagai penyakit sejak dini serta mendukung terwujudnya Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera,” tambahnya. (Adv/Rls)













