Hadapi Tantangan Pembiayaan, Dinkes P2KB Sulbar Perkuat Koordinasi Program TBC 2026

Mamuju, SorotanPena.Id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Sulawesi Barat menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi Program Tuberkulosis (TBC) tingkat provinsi tahun 2026, Selasa (06/01/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh Dinas Kesehatan kabupaten se-Sulawesi Barat sebagai upaya memperkuat koordinasi dan kesiapan daerah dalam menghadapi tantangan program TBC di tahun 2026.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, dalam sambutannya menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi periode yang menantang bagi program TBC, khususnya terkait perubahan dan potensi penghentian pembiayaan dari Global Fund.

Beberapa komponen yang terdampak antara lain pembiayaan pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM), pengiriman spesimen, serta sebagian layanan TBC Resistan Obat (TB RO).

“Situasi ini menuntut kita untuk lebih adaptif dan responsif dengan mengoptimalkan sumber pembiayaan alternatif, seperti BPJS Kesehatan, APBD provinsi dan kabupaten, serta pemanfaatan DAK Non Fisik (BOK) secara tepat dan terencana, agar layanan TBC tetap berkelanjutan,” ujar dr. Nursyamsi.

Ia menambahkan, pertemuan ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian Program TBC tahun 2025. Meskipun berbagai upaya penemuan kasus dan pengobatan telah dilakukan, masih diperlukan penguatan untuk meningkatkan capaian indikator, baik dalam penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, maupun kesinambungan layanan.

Sejalan dengan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” serta target nasional Eliminasi TBC tahun 2030, Dinas Kesehatan P2KB Sulbar menegaskan komitmennya untuk meningkatkan cakupan penemuan kasus, memperluas akses pengobatan, serta mengurangi stigma terhadap pasien TBC.

Selain itu, pengelolaan logistik TBC juga menjadi perhatian utama. Perencanaan kebutuhan, distribusi obat dan alat diagnostik, serta pengendalian stok harus dilakukan secara optimal guna mencegah kekosongan maupun penumpukan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi, komitmen, dan langkah strategis antara provinsi dan kabupaten/kota dalam menjaga keberlangsungan Program TBC di Sulawesi Barat.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat juga berkomitmen untuk terus mendampingi dan memperkuat kabupaten/kota agar pelayanan TBC tetap optimal, meskipun di tengah tantangan pembiayaan. (Adv/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *