MAMUJU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mamuju menggelar Workshop Pembuatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dalam program inovasi desa LIBAS (Literat dan Bebas) Tapandullu, Sabtu, 10 Oktober 2026, bertempat di Kantor Desa Tapandullu.
Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam program inovasi desa LIBAS Tapandullu, yang bertujuan untuk memperkuat literasi masyarakat desa sekaligus meningkatkan efektivitas penyebarluasan informasi mengenai pencegahan stunting melalui media edukasi yang kreatif, komunikatif, dan mudah dipahami masyarakat.
Dalam workshop ini menghadirkan Muh. Zakir Akbar selaku konsultan program sebagai narasumber. Peserta mengikuti proses penyusunan dan pengembangan berbagai materi KIE yang dapat dimanfaatkan secara langsung dalam kegiatan edukasi dan sosialisasi di lingkungan desa.
Terdapat empat bentuk media edukasi yang menjadi fokus dalam workshop ini, yakni pembuatan materi ceramah Jumat bertema pencegahan stunting, desain baliho dan poster edukatif, penyusunan dongeng yang memuat pesan-pesan pencegahan stunting, serta produksi video pendek sebagai media kampanye yang menarik dan mudah disebarluaskan.
Pemanfaatan berbagai media tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Materi ceramah Jumat menjadi sarana penyampaian pesan melalui pendekatan keagamaan, sementara baliho dan poster berfungsi sebagai pengingat visual di ruang publik. Adapun dongeng diharapkan mampu menyampaikan pesan kesehatan dengan bahasa sederhana dan menarik, khususnya kepada anak-anak dan keluarga. Video pendek menjadi alternatif media digital yang dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Dalam pemaparan Muh. Zakir Akbar menegaskan tujuan program:
“kita butuh pendekatan yang kontekstual dalam pencegahan stunting ini agar pesan yang disampaikan itu sampai ke masyarakat sehingga media penyampaian pesan itu berupa topik ceramah jumat dengan topik stunting, pembuatan desain baliho dan poster, serta dongeng dan video pendek.”
Melalui workshop ini, program LIBAS Tapandullu tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan minat baca dan budaya literasi, tetapi juga mendorong masyarakat desa agar mampu menghasilkan serta memanfaatkan informasi yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Mamuju, Muhammad Fausan Basir menekankan betapa pentingnya kolaborasi pihak dalam program inovasi ini.
“Sebaik apapun program jika hanya dikerjakan sama pemerintah daerah, ataupun pemerintah desa maka hasilnya akan sulit optimal, sehingga kita ingin semua orang terlibat. Kita berharap semua orang memiliki kepedulian yang sama dalam hal mengatasi pencegahan stunting ini.”
Pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, kader kesehatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga, hingga seluruh elemen masyarakat. Karena itu, penyampaian informasi yang tepat, berulang, dan mudah dipahami menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pola asuh yang baik, serta perilaku hidup sehat.
Melalui inovasi LIBAS Tapandullu, DPMD Kabupaten Mamuju mendorong tumbuhnya budaya literasi yang tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi berkembang menjadi kemampuan masyarakat dalam mengolah informasi, menyampaikan pesan, dan mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan di lingkungannya.
Workshop ini diharapkan menghasilkan materi KIE yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Desa Tapandullu dan para pemangku kepentingan setempat, sehingga pesan pencegahan stunting semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.








