MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Penguatan literasi gizi dan kesehatan di lingkungan sekolah terus menjadi perhatian dalam upaya menciptakan generasi muda yang sehat dan berkualitas. Melalui Program NUBY (Nutrition for Bright Youth), Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mamuju memberikan edukasi gizi dan kesehatan kepada guru SMA sebagai bagian dari dukungan terhadap transformasi layanan kesehatan primer di Kabupaten Mamuju.
Kegiatan bertajuk “Edukasi Gizi dan Kesehatan pada Guru SMA dalam Upaya Mendukung Transformasi Layanan Primer di Kabupaten Mamuju” tersebut berlangsung di SMAN 2 Mamuju, Kamis (18/6/2026), dan melibatkan para guru sebagai peserta utama.
Program NUBY merupakan inisiatif pengembangan edukasi pangan dan gizi (food and nutrition education) bagi remaja yang digagas dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Mamuju, Nurbaya, S.Gz., M.Gizi, bersama tim. Program ini bertujuan memperkuat peran sekolah dalam membentuk perilaku hidup sehat melalui peningkatan kapasitas guru sebagai agen perubahan.
Nurbaya menjelaskan, masih terbatasnya akses terhadap edukasi gizi dan kesehatan di sekolah menjadi salah satu tantangan yang perlu diatasi. Selain itu, ketersediaan bahan ajar terkait gizi dan kesehatan yang dapat digunakan guru dalam proses pembelajaran juga masih minim.
“Sekolah merupakan lingkungan yang sangat strategis untuk membentuk perilaku hidup sehat pada remaja. Karena itu, guru perlu dibekali pengetahuan dan sumber belajar yang memadai agar pesan-pesan kesehatan dapat tersampaikan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para guru mendapatkan materi mengenai gizi dan kesehatan remaja, pentingnya pola makan sehat, serta strategi mengintegrasikan materi gizi ke dalam proses pembelajaran dan kegiatan sekolah. Sesi diskusi juga dimanfaatkan untuk menjaring masukan dari para guru guna menyempurnakan pengembangan Program NUBY ke depan.
Kepala SMAN 2 Mamuju, Abdul Rahman, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kolaborasi yang dibangun Poltekkes Kemenkes Mamuju dalam mendukung peningkatan pengetahuan guru dan siswa terkait kesehatan.
“Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Mamuju. Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga meningkatkan kapasitas guru yang nantinya dapat mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam pembelajaran di kelas,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Muhammad Yusuf, Guru Pembina PMR SMAN 2 Mamuju. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan berbagai persoalan kesehatan dan gizi yang dihadapi remaja saat ini.
“Pengetahuan yang diperoleh guru menjadi bekal penting untuk mendampingi siswa sekaligus memperkuat promosi kesehatan di lingkungan sekolah,” ungkapnya.
Nurbaya menegaskan, peningkatan status gizi remaja tidak cukup dilakukan hanya melalui intervensi kepada siswa. Keterlibatan guru sebagai figur yang dekat dengan peserta didik menjadi faktor penting dalam membangun kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah, Program NUBY diharapkan mampu mendorong terciptanya budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan serta memperkuat peran sekolah sebagai pusat pembelajaran kesehatan bagi generasi muda. (Rls/Fir)






