MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan primer, khususnya dalam penanganan penyakit tidak menular. Salah satunya melalui peningkatan kompetensi dokter dan perawat dalam mendeteksi serta menangani kasus stroke sejak dini.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Teknis Penanggulangan Stroke bagi dokter dan perawat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) se-Sulawesi Barat, yang resmi ditutup Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, Jumat (16/10/2026), di Matos Hotel, Mamuju.
Pelatihan yang berlangsung sejak 12 Oktober 2026 ini dilaksanakan melalui Project Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SOPHI), sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan di layanan primer.
Kegiatan tersebut difokuskan pada peningkatan kemampuan tenaga kesehatan dalam mengenali gejala awal stroke, melakukan penilaian dan penanganan awal, hingga menentukan langkah rujukan pasien secara cepat dan tepat.
Penguatan kompetensi dokter dan perawat dinilai sangat penting mengingat Puskesmas dan fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.
Terlebih, stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang membutuhkan respons cepat. Keterlambatan mengenali gejala maupun memperoleh penanganan dapat meningkatkan risiko kecacatan hingga kematian.
Karena itu, tenaga kesehatan di FKTP dituntut memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi tanda-tanda stroke, melakukan tindakan awal sesuai standar pelayanan, serta memastikan pasien segera mendapatkan penanganan lanjutan melalui sistem rujukan yang terkoordinasi.
Selain peningkatan kompetensi tenaga medis, penguatan penanganan stroke juga perlu ditopang kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dan edukasi masyarakat mengenai pentingnya mengenali gejala stroke sejak dini.
Melalui pelatihan ini, DKPPKB Sulbar berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di tempat tugas masing-masing, terutama dalam meningkatkan kecepatan dan ketepatan pelayanan terhadap pasien dengan dugaan stroke.
Pelaksanaan pelatihan tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis DKPPKB Sulbar dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan primer serta meningkatkan kesiapan sumber daya manusia kesehatan menghadapi tantangan penyakit tidak menular di Sulawesi Barat.
Langkah ini juga sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Sulawesi Barat, yakni “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, khususnya dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Dengan berakhirnya pelatihan, para dokter dan perawat diharapkan tidak hanya membawa pulang pengetahuan teknis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pelayanan sehari-hari.
DKPPKB Sulbar berharap penguatan kapasitas tersebut dapat mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan primer yang semakin responsif, aman, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (Adv/Rls)








