Mamuju, SorotanPena.Id – Peringatan Hari Kesadaran Autisme Sedunia yang diperingati setiap 2 April, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian, menghapus stigma, serta memperkuat dukungan nyata bagi penyandang autisme.
Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman bahwa autisme merupakan kondisi perkembangan neurologis, bukan penyakit yang harus ditakuti atau dijauhi, melainkan kondisi yang perlu dipahami dan didukung secara inklusif.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa penyandang autisme memiliki potensi yang dapat berkembang secara optimal apabila mendapatkan dukungan yang tepat dari keluarga, lingkungan, dan layanan kesehatan.
“Peringatan Hari Autisme Sedunia menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli, membuka ruang inklusi, serta memberikan dukungan nyata kepada anak-anak dan individu dengan autisme,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui penyediaan akses layanan kesehatan yang memadai, pendidikan inklusif, serta lingkungan sosial yang ramah dan bebas dari diskriminasi.
Secara global, peringatan ini juga mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya deteksi dini, intervensi yang tepat, serta pendampingan berkelanjutan agar penyandang autisme dapat hidup mandiri dan produktif.
DKPPKB Sulawesi Barat menilai bahwa peran keluarga sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak dengan autisme, termasuk dalam memberikan stimulasi, terapi, serta dukungan emosional secara berkelanjutan.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung.
Peringatan ini juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter, sebagaimana tertuang dalam Panca Daya di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Melalui momentum Hari Autisme Sedunia, DKPPKB Sulawesi Barat berharap masyarakat semakin memahami autisme secara benar, menghentikan stigma negatif, serta bersama-sama membangun lingkungan yang lebih inklusif bagi semua. (Adv/Rls)











