MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Pelatihan Teknis Penanggulangan Stroke bagi dokter dan perawat di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Kegiatan berlangsung pada 12–17 Oktober 2026 di Maleo Town Square, Mamuju.
Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, membuka secara resmi pelatihan yang dilaksanakan melalui Project Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SOPHI) tersebut. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan dalam mengenali gejala stroke, melakukan penilaian awal, dan menentukan tindak lanjut sesuai kompetensi serta prosedur pelayanan.
Penguatan kemampuan dokter dan perawat di layanan tingkat pertama menjadi perhatian karena pasien dengan dugaan stroke membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Kesiapan tenaga kesehatan diharapkan membantu mempercepat pemeriksaan awal dan koordinasi rujukan ke fasilitas yang mampu memberikan pelayanan lanjutan.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penanggulangan stroke dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien. Koordinasi antarfasilitas pelayanan kesehatan juga diharapkan semakin kuat agar pasien memperoleh penanganan sesuai kebutuhannya.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya DKPPKB Sulbar memperkuat pelayanan kesehatan primer. Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan diharapkan mendukung layanan yang lebih responsif dan terkoordinasi, khususnya dalam deteksi dini, penanganan awal, serta rujukan pasien stroke.
Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (Adv/Rls)












