Mamuju, SorotanPena.Id – Narasumber Kementerian Kesehatan, Dakhlan Choeron, mengingatkan seluruh tenaga kesehatan untuk berhati-hati dalam proses berbagi data individu kesehatan. Ia menegaskan bahwa data kesehatan merupakan informasi pribadi yang sangat sensitif dan wajib dijaga kerahasiaannya.
Peringatan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pertemuan Penilaian Kualitas Data Rutin dan Pemanfaatan Data bagi Pengelola Program Gizi Kabupaten dan Puskesmas Angkatan II yang digelar di Hotel d’Maleo, Mamuju, pada 16–19 April 2026.
“Data kesehatan adalah data pribadi yang bersifat sensitif dan sangat rahasia. Kebocoran data medis dapat menimbulkan risiko besar, mulai dari pelanggaran privasi, stigma sosial, hingga potensi penyalahgunaan untuk penipuan atau tindak kejahatan lainnya,” tegas Dakhlan di hadapan 52 peserta.
Peserta kegiatan terdiri dari pengelola program gizi Kabupaten Majene, Polewali Mandar, dan Mamasa, serta petugas puskesmas.
Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas sejumlah permasalahan strategis terkait penanganan stunting, termasuk tantangan kualitas data, proses validasi, serta pemanfaatan data sebagai dasar perencanaan program. Dakhlan juga memaparkan berbagai strategi teknis untuk meningkatkan kualitas sekaligus keamanan pengelolaan data kesehatan di lapangan.
Kegiatan ini sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, khususnya dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia yang unggul melalui penguatan layanan kesehatan berbasis data.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperbaiki tata kelola data gizi di daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami menargetkan peningkatan kualitas data yang lengkap, tepat waktu, konsisten, dan akurat, serta penguatan kapasitas petugas dalam analisis dan pemanfaatan data. Selain itu, disusun rencana tindak lanjut, penguatan monitoring dan evaluasi, serta peningkatan penggunaan aplikasi digital guna mendukung intervensi yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
DKPPKB Sulbar berharap penguatan kualitas dan keamanan data kesehatan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan, sehingga intervensi penanganan stunting, wasting, dan underweight dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran. (Adv/Rls)












