Dorong Layanan Kesehatan Jiwa Inklusif, DKPPKB Sulbar Terima Audiensi Gema Difabel

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat melalui Tim Kerja Promosi Kesehatan, Kesehatan Komunitas, dan Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan (Promkeskomtan) menerima audiensi Yayasan Gema Difabel Sulawesi Barat di Ruang Rapat DKPPKB, Senin (13/4/2026).

Pertemuan ini membahas penguatan pelayanan kesehatan jiwa serta peningkatan akses layanan kesehatan bagi kelompok rentan di Sulawesi Barat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan pelayanan kesehatan masyarakat yang sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang diusung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Ketua Yayasan Gema Difabel Sulawesi Barat, Syafaruddin Syam, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung pembentukan Tim Penggerak Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) di Kabupaten Mamuju melalui program DIGNITY INKLUSI. Program ini merupakan bagian dari kemitraan Australia–Indonesia dalam mewujudkan masyarakat inklusif, dengan Gema Difabel sebagai sub-mitra dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM selaku mitra utama di wilayah Sulawesi Barat.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat pendekatan berbasis komunitas dalam pelayanan kesehatan jiwa, khususnya bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya,” ujar Syafaruddin.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Promkeskomtan DKPPKB Sulbar, Muh Saleh, menegaskan bahwa audiensi ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi lintas sektor untuk memperkuat layanan kesehatan jiwa di daerah.

“Kami berharap koordinasi ini menjadi pintu masuk kolaborasi berkelanjutan, sehingga pelayanan kesehatan jiwa di Sulawesi Barat semakin inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis, termasuk pertemuan lintas sektor untuk pembentukan TPKJM di tingkat provinsi.

“Penguatan kesehatan jiwa tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk organisasi masyarakat dan mitra pembangunan, agar upaya ini berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui sinergi ini, diharapkan pelayanan kesehatan jiwa di Sulawesi Barat semakin terintegrasi, inklusif, dan mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat secara komprehensif. (Adv/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *