Pemerhati Pendidikan Guru Madrasah Sulawesi Barat melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju sebagai bentuk komitmen dalam mendorong peningkatan kesejahteraan dan perlindungan guru madrasah, khususnya guru honorer swasta di bawah naungan yayasan pendidikan.
Dalam pertemuan tersebut, ada beberapa isu strategis menjadi pembahasan utama di antaranya nasib guru honorer swasta, pentingnya pendampingan pengelolaan Dana BOS Madrasah serta perlunya pengawasan dan pembinaan terhadap yayasan pendidikan dalam memenuhi hak-hak tenaga pendidik.
Basri menyampaikan bahwa guru honorer swasta memiliki peran besar dalam mendukung keberlangsungan pendidikan madrasah, sehingga sudah seharusnya mendapatkan perhatian serius, termasuk perlindungan sosial ketenagakerjaan.
“Kami mendorong Kementerian Agama agar seluruh guru honorer swasta yang berada di bawah naungan yayasan dapat didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Ini penting sebagai bentuk perlindungan kerja dan jaminan sosial bagi para guru,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga berharap adanya pendampingan dan edukasi secara berkala terkait pengelolaan Dana BOS Madrasah agar pelaksanaannya berjalan transparan, tepat guna dan sesuai regulasi yang berlaku.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Mamuju memberikan respons positif terhadap berbagai masukan yang disampaikan dan akan menindaklanjuti aspirasi serta koordinasi ke yayasan dan pihak terkait demi peningkatan kualitas tata kelola pendidikan madrasah di Kabupaten Mamuju.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi untuk memperjuangkan kesejahteraan guru serta kemajuan pendidikan madrasah di Sulawesi Barat.












