Di pagi yang cerah ini, suasana haru menyelimuti pelataran Rumah Adat Kabupaten Mamuju. Tepat pukul 10.00 WITA, Jamaah Calon Haji Kloter 12 Kabupaten Mamuju bersiap meninggalkan tempat pelepasan yang penuh makna tersebut. Langkah demi langkah mereka diiringi doa, harapan, serta linangan air mata dari keluarga dan kerabat yang melepas dengan penuh keikhlasan.
Sebelumnya, pelepasan jamaah dilakukan secara resmi oleh Bapak Gubernur Sulawesi Barat, yang dalam sambutannya menyampaikan pesan agar seluruh jamaah senantiasa menjaga kesehatan, kekompakan, serta meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT. Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang menuntut kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan hati.
Tangis haru pecah saat para jamaah mulai menaiki kendaraan. Pelukan hangat, lambaian tangan, dan doa yang tak henti-hentinya dipanjatkan menjadi saksi betapa beratnya perpisahan ini. Namun di balik kesedihan, tersimpan kebahagiaan dan kebanggaan, karena para jamaah mendapat panggilan istimewa sebagai tamu Allah.
Perjalanan suci ini adalah impian bagi setiap muslim. Kesempatan yang tidak semua orang dapatkan. Oleh karena itu, keberangkatan jamaah haji bukan hanya menjadi kebahagiaan pribadi, tetapi juga kebahagiaan seluruh masyarakat yang turut mendoakan keselamatan dan kelancaran ibadah mereka.
Selamat jalan, tamu-tamu Allah. Semoga setiap langkah menjadi ibadah, setiap doa diijabah, dan setiap rukun haji dapat ditunaikan dengan sempurna. Kembali nanti ke tanah air dengan membawa predikat haji yang mabrur, serta menjadi pribadi yang lebih baik, yang mampu menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.
Kami yang ditinggalkan hanya bisa mengiringi dengan doa:
Labbaikallahumma labbaik…
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan membimbing perjalanan suci ini hingga kembali ke tanah air dengan selamat.
Oleh H. Makdoem Ibrahim ( Petugas Haji tahun 2024 )






