MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Fasilitasi Perhitungan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat perencanaan tenaga kesehatan yang lebih akurat, terukur, dan berbasis data.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor DKPPKB Sulbar, Selasa (2/6/2026), diikuti pejabat struktural, kepala bidang, ketua tim kerja, pejabat fungsional ahli madya, serta operator Analisis Beban Kerja (ABK) lingkup DKPPKB dan UPTD.
Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa perhitungan kebutuhan SDMK melalui Analisis Beban Kerja (ABK) dan Aplikasi Renbut SDMK memiliki peran strategis dalam mendukung tata kelola sumber daya manusia kesehatan yang profesional dan berkelanjutan.
“Perhitungan kebutuhan SDMK melalui Analisis Beban Kerja dan Aplikasi Renbut SDMK menjadi dasar penting dalam penyusunan peta jabatan, perencanaan kebutuhan pegawai, pengembangan kompetensi, mutasi, hingga pengembangan karier ASN kesehatan. Karena itu, prosesnya harus dilakukan secara objektif, terukur, dan berdasarkan kondisi riil di setiap unit kerja,” ujar dr. Nursyamsi Rahim.
Menurutnya, hasil perhitungan kebutuhan SDM kesehatan akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan yang tepat untuk mendukung pemerataan tenaga kesehatan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di Sulawesi Barat.
Ia juga menekankan pentingnya proses verifikasi berjenjang agar data yang dihasilkan benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Hasil perhitungan Analisis Beban Kerja harus diverifikasi secara berjenjang mulai dari Ketua Tim Kerja, Kepala Bidang, hingga Kepala Dinas. Langkah ini penting untuk memastikan data yang digunakan dalam perencanaan SDM benar-benar valid dan akuntabel,” jelasnya.
Selain itu, dr. Nursyamsi menilai pengelolaan SDM kesehatan yang baik harus memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk berkembang sesuai kompetensi dan kinerja yang dimiliki.
“Setiap ASN memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meningkatkan jenjang karier. Namun hal tersebut harus didukung oleh kinerja yang terukur, produktivitas yang baik, serta kontribusi nyata bagi organisasi dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan ini, DKPPKB Sulbar berharap dapat menghasilkan perencanaan SDM kesehatan yang lebih tepat sasaran sehingga mampu mendukung pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan, pemerataan distribusi SDM, serta peningkatan kompetensi ASN kesehatan di seluruh wilayah Sulawesi Barat.
Penguatan tata kelola SDM kesehatan berbasis data tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Barat. (Adv/Rls)








