MAJENE, SOROTANPENA.ID – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap Rencana Kerja Operasional (RKO) sebagai kunci mewujudkan tata kelola program kesehatan yang akuntabel dan efektif.
Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam Pertemuan Pelaporan dan Evaluasi Kepatuhan RKO Dinas Kesehatan Kabupaten Majene yang digelar di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Barat, Kabupaten Majene, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, pengelola program kesehatan, penanggung jawab kegiatan, serta berbagai pemangku kepentingan sektor kesehatan.
Dalam arahannya, dr. Nursyamsi menegaskan bahwa RKO tidak hanya berfungsi sebagai dokumen perencanaan, tetapi juga menjadi instrumen pengendalian untuk memastikan seluruh program kesehatan berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“RKO bukan sekadar dokumen perencanaan, tetapi merupakan instrumen pengendalian yang memastikan setiap program dan kegiatan kesehatan berjalan sesuai target, tepat waktu, tepat anggaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar dr. Nursyamsi Rahim.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanya diukur dari capaian indikator program, tetapi juga dari kualitas perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan pelaporan yang dilakukan secara konsisten.
Karena itu, evaluasi kepatuhan RKO dinilai penting sebagai sarana untuk mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan sekaligus merumuskan langkah perbaikan yang lebih efektif.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Nursyamsi juga mengajak seluruh pengelola program kesehatan untuk memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada hasil, data, dan akuntabilitas.
Ia menekankan bahwa data yang akurat harus menjadi dasar dalam setiap pengambilan keputusan agar intervensi kesehatan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Setiap laporan yang disusun harus mampu menggambarkan kondisi riil di lapangan. Dengan data yang berkualitas, kita dapat merancang intervensi yang lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.
Pertemuan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan evaluasi yang membahas capaian program kesehatan, kendala pelaksanaan kegiatan, serta strategi peningkatan kepatuhan pelaporan RKO di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Majene.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Pemerintah Kabupaten Majene diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam mewujudkan tata kelola program kesehatan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (Adv/Rls)






