MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mendorong implementasi program GARATTA TBC (Gerakan Aktif Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Terpadu dalam Penanggulangan Tuberkulosis) sebagai strategi percepatan penanganan Tuberkulosis (TBC) di Sulawesi Barat.
Dorongan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Kapolda Sulawesi Barat, Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta, dan jajaran Polda Sulbar di Mapolda Sulawesi Barat, Rabu (3/6/2026).
Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Polda Sulbar dalam mendukung target nasional eliminasi TBC tahun 2030.
Dalam pemaparannya, dr. Nursyamsi menjelaskan bahwa GARATTA TBC merupakan inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan peran tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader kesehatan, tokoh masyarakat, hingga berbagai sektor terkait untuk mempercepat penemuan kasus, meningkatkan keberhasilan pengobatan, dan mencegah penularan TBC.
“Penanganan TBC tidak cukup hanya dilakukan di fasilitas kesehatan. Kita harus bergerak sampai ke tingkat desa melalui keterlibatan aktif masyarakat. GARATTA TBC hadir untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, mempercepat penemuan kasus, meningkatkan keberhasilan pengobatan, dan memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan yang lebih dekat,” ujar dr. Nursyamsi Rahim.
Menurutnya, dukungan Polda Sulbar menjadi faktor strategis dalam memperluas jangkauan program hingga ke tingkat desa. Jaringan Bhabinkamtibmas yang tersebar di seluruh wilayah dinilai dapat membantu edukasi masyarakat, deteksi dini kasus, pengurangan stigma terhadap penderita TBC, hingga mendorong warga memeriksakan diri apabila mengalami gejala penyakit tersebut.
“Peran Bhabinkamtibmas sangat penting karena mereka berada langsung di tengah masyarakat. Kehadiran mereka dapat memperkuat upaya edukasi dan penjangkauan kelompok berisiko,” katanya.
Ia mengungkapkan, Sulawesi Barat masih menghadapi tantangan dalam mencapai target eliminasi TBC, terutama pada aspek penemuan kasus dan cakupan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Karena itu, keterlibatan lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari.
Sementara itu, Kapolda Sulbar Irjen Pol. Adi Deriyan Jayamarta menyambut baik inovasi GARATTA TBC dan menyatakan kesiapan jajaran kepolisian untuk mendukung program percepatan eliminasi TBC melalui pendekatan kemitraan dengan masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, tenaga kesehatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai elemen pembangunan diharapkan mampu mempercepat pencapaian target Sulawesi Barat Bebas TBC 2030.
Melalui penguatan gerakan berbasis masyarakat seperti GARATTA TBC, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat optimistis upaya pengendalian TBC dapat berjalan lebih efektif sehingga terwujud masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera. (Adv/Rls)






