MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas (Kesprimkom) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat mulai mematangkan penyusunan rencana kegiatan Tahun Anggaran 2027. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kerja Bidang Kesprimkom, Kamis (2/7/2026), ini menjadi langkah awal dalam menyusun program yang lebih terarah, efektif, dan selaras dengan prioritas pembangunan daerah.
Pendalaman rencana kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kesprimkom, Putry Anindy, dan diikuti seluruh ketua tim kerja di lingkungan Bidang Kesprimkom. Penyusunan program difokuskan pada penguatan pelayanan kesehatan primer, peningkatan derajat kesehatan masyarakat, serta percepatan pencapaian program prioritas nasional dan daerah, sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Dalam forum tersebut, masing-masing ketua tim kerja memaparkan usulan kegiatan yang akan dilaksanakan pada 2027. Setiap program dibahas secara komprehensif dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, capaian indikator kinerja, efektivitas penggunaan anggaran, serta arah kebijakan pembangunan kesehatan Provinsi Sulawesi Barat.
Kepala Bidang Kesprimkom, Putry Anindy, menegaskan bahwa proses perencanaan harus mampu menghasilkan program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
“Perencanaan yang baik menjadi fondasi keberhasilan program. Karena itu, setiap usulan harus berbasis data, menjawab kebutuhan di lapangan, serta mampu mendukung pencapaian indikator pembangunan kesehatan secara terukur,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap kegiatan yang diusulkan harus memiliki target yang jelas, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sehingga anggaran yang dialokasikan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Pembahasan rencana kerja juga menitikberatkan pada penguatan sejumlah program prioritas, di antaranya peningkatan pelayanan kesehatan primer, promosi kesehatan, kesehatan komunitas, penguatan Posyandu, pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan, pengendalian Tuberkulosis melalui inovasi GARATTA TBC, perluasan cakupan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta peningkatan kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan.
Secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menekankan bahwa penyusunan rencana kerja tahun 2027 harus menghasilkan program yang adaptif terhadap tantangan kesehatan sekaligus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami mendorong seluruh bidang menyusun perencanaan yang berkualitas, berbasis kebutuhan dan indikator kinerja. Setiap program harus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pelayanan kesehatan serta mendukung visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera,” kata dr. Nursyamsi.
Melalui pendalaman dan penyusunan rencana kegiatan tersebut, DKPPKB Sulbar menargetkan seluruh program Tahun Anggaran 2027 tersusun secara komprehensif, terintegrasi, dan berorientasi pada hasil. Perencanaan yang matang diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan primer sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat. (Adv/Rls)












