MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terus tancap gas dalam mempercepat penuntasan kasus Tuberkulosis (TBC).
Komitmen ini diwujudkan melalui Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan serta Koordinator Komunitas Berbasis Puskesmas (Community Health Worker) yang diselenggarakan di Gedung Landscape Mamuju, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (3/9/2026) ini merupakan hasil kolaborasi dengan PR Konsorsium Komunitas Penabulu-STPI, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dan World Health Organization (WHO) Indonesia.
Pelatihan ini menjadi momen penting karena merupakan uji coba (piloting) model penanganan TBC berbasis komunitas yang terintegrasi langsung dengan sistem Integrasi Layanan Primer (ILP).
Selain itu, langkah strategis ini sejalan dengan perwujudan program Panca Daya 3 dari Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang menargetkan lahirnya Sumber Daya Manusia (SDM) Sulbar yang unggul, berkarakter, dan bebas dari ancaman penyakit menular.
Beban TBC Indonesia Tertinggi Kedua di Dunia
Urgensi pelatihan ini tidak lepas dari data WHO Global TB Report 2024 yang menyebutkan bahwa Indonesia kini berada di peringkat kedua negara dengan beban TBC terbesar di dunia (estimasi 1,09 juta kasus baru per tahun).
Merespons tantangan berat tersebut, Pemprov Sulbar menaruh harapan besar pada penguatan peran kader Posyandu, Pustu, dan Koordinator Komunitas sebagai garda terdepan untuk mendeteksi dan mengawal pengobatan pasien hingga sembuh total.
Dalam pelatihan ini, puluhan kader yang berasal dari wilayah kerja Puskesmas Binanga dan Puskesmas Bambu dibekali sederet kompetensi teknis yang krusial di lapangan, antara lain: Skrining dan Komunikasi Edukatif: Teknik melacak kasus secara aktif sekaligus menghapus stigma negatif TBC di tengah masyarakat. Pengambilan Sampel: Tata cara pengambilan sampel dahak (sputum) yang aman dan sesuai standar medis, Investigasi Kontak Erat: Pelacakan untuk inisiasi Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). dan Pemanfaatan Teknologi: Pendampingan pasien secara digital melalui platform LaporTBC serta penguatan Pemantauan Wilayah Setempat (PWS).
Melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan dinas kesehatan, perangkat desa/kelurahan, hingga pengurus PKK, program ini diharapkan mampu menciptakan jejaring penanganan TBC yang solid dari akar rumput.
Langkah nyata ini menjadi amunisi kuat bagi Provinsi Sulbar dalam mendukung target besar nasional, yakni Eliminasi TBC pada tahun 2030. (Adv/Rls)












