MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026. Menjelang pembukaan ajang keagamaan tersebut, Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Sulbar, Murdanil, turun langsung meninjau sejumlah lokasi yang akan digunakan sebagai arena perlombaan, Sabtu (27/6/2026).
Peninjauan diawali di Masjid Nurul Muttahidah yang menjadi salah satu venue utama penyelenggaraan MTQ. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesiapan sarana dan prasarana, mulai dari kelengkapan fasilitas, kenyamanan peserta, hingga dukungan teknis agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar.
MTQ XI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat dijadwalkan berlangsung pada 28 Juni hingga 2 Juli 2026 di Kabupaten Mamuju. Sejumlah lokasi telah disiapkan sebagai arena perlombaan, di antaranya Masjid Syuhada, Masjid Nurul Muttahidah, dan Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju.
Dalam peninjauan tersebut, Murdanil menekankan pentingnya sinergi seluruh panitia dan instansi terkait untuk memastikan seluruh venue telah memenuhi standar penyelenggaraan. Menurutnya, kesiapan setiap lokasi menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan MTQ.
“Kami ingin memastikan seluruh persiapan telah berjalan dengan baik sehingga pelaksanaan MTQ XI Tingkat Provinsi Sulawesi Barat dapat berlangsung tertib, aman, lancar, dan sukses. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum memperkuat syiar Islam dan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ujar Murdanil.
Ia berharap seluruh persiapan yang masih berlangsung dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga peserta, dewan hakim, dan masyarakat dapat mengikuti rangkaian MTQ dengan nyaman.
Pelaksanaan MTQ XI Sulawesi Barat juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang religius, berkarakter, dan berakhlak mulia melalui penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. (Rls/*)











