MAMUJU — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Provinsi Sulawesi Barat, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat Rahmat Ichwan Bahtiar menyampaikan refleksi sekaligus harapannya terhadap perjalanan pembangunan daerah. Ia menilai momentum hari jadi Sulawesi Barat harus menjadi ruang evaluasi bersama untuk melihat capaian yang telah diraih sekaligus tantangan yang masih perlu diselesaikan.
Rahmat Ichwan Bahtiar menegaskan bahwa HUT ke-22 tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh elemen daerah dalam membangun Sulawesi Barat.
“HUT ke-22 ini bukan sekadar momentum seremonial, tetapi menjadi saat yang tepat untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan Sulawesi Barat sekaligus melihat tantangan yang masih harus kita selesaikan bersama,” ujar Rahmat.
Menurutnya, pembangunan Sulawesi Barat harus terus dikawal agar setiap program pemerintah dapat memberikan manfaat nyata dan menjawab kebutuhan masyarakat. DPRD sebagai lembaga representasi rakyat memiliki peran penting dalam memastikan aspirasi masyarakat menjadi bagian dari arah kebijakan pembangunan daerah.
“Sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, saya memandang bahwa pembangunan harus terus dikawal agar program-program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Aspirasi masyarakat dari berbagai daerah harus menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan Sulawesi Barat ke depan,” katanya usai menghadiri peringatan hari jadi Sulbar di Kantor Gubernur Sulbar, Selasa 22 September.
Politisi kelahiran 13 Januari 1994 tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Ia berharap usia ke-22 Provinsi Sulawesi Barat menjadi titik penguatan semangat kebersamaan untuk memperbaiki berbagai sektor yang masih membutuhkan perhatian, mulai dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan ekonomi daerah, hingga pemerataan pembangunan antarwilayah.
“Mari kita jadikan usia ke-22 ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, memperbaiki apa yang masih menjadi kekurangan, dan bersama-sama mendorong Sulawesi Barat menjadi provinsi yang semakin maju, mandiri, berdaya saing, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ungkapnya.
Rahmat menambahkan, perjalanan Sulawesi Barat selama 22 tahun merupakan hasil kerja bersama seluruh masyarakat. Karena itu, keberhasilan pembangunan ke depan membutuhkan semangat gotong royong dan komitmen bersama agar cita-cita menjadikan Sulawesi Barat lebih maju dapat terwujud. (*)












