Mamuju, SorotanPena.Id – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mendampingi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menerima audiensi Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) Provinsi Sulawesi Barat, Rezky Murwanto, di ruang kerja Gubernur Sulawesi Barat, Selasa (10/3/2026).
Audiensi tersebut membahas rencana pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Bangga Kencana Tahun 2026 yang akan menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten dalam mengakselerasi pembangunan keluarga, kependudukan, serta keluarga berencana di Sulawesi Barat.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas berbagai agenda penting terkait penguatan implementasi Program Bangga Kencana, di antaranya peningkatan kualitas pelayanan keluarga berencana, pengendalian pertumbuhan penduduk, serta penguatan pembangunan keluarga yang berkualitas dan berketahanan.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa Rakorda Bangga Kencana menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan kependudukan dan keluarga di daerah.
“Rakorda Bangga Kencana merupakan forum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan keluarga yang berkualitas. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, kita berharap program kependudukan dan keluarga berencana di Sulawesi Barat dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar dr. Nursyamsi Rahim.
Pelaksanaan Rakorda Bangga Kencana ini juga sejalan dengan visi pembangunan Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui konsep Panca Daya, khususnya dalam mendorong terwujudnya sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Perwakilan Kemendukbangga Sulawesi Barat, diharapkan berbagai program pembangunan keluarga dan pengendalian penduduk dapat semakin memperkuat kualitas kehidupan masyarakat serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Adv/Rls)












