Mamuju, 11 April 2026 — Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Provinsi Sulawesi Barat menggelar kegiatan Pengembangan Kapasitas Pelaku Ekonomi Kreatif Sub Sektor Fotografi dengan tema “Fotografi Naratif untuk Pelestarian Kearifan Lokal Sulawesi Barat”. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Aflah Mamuju pada Sabtu (11/4), mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dispoparekraf Sulawesi Barat, bekerja sama dengan Mcinema.id sebagai pihak ketiga pelaksana, serta mendapat dukungan dari Indonesia Creative Cities Network (ICCN) wilayah Sulawesi Barat.

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber dan praktisi yang berkompeten di bidang fotografi dan ekonomi kreatif, serta diikuti oleh para pelaku ekonomi kreatif, khususnya sub sektor fotografi di Sulawesi Barat.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, SDM, dan Kelembagaan Dispoparekraf Sulbar, Imeldha Adhi Yanti, menekankan pentingnya fotografi sebagai media untuk menarik minat wisatawan.

“Meningkatkan dan menarik kunjungan wisata dapat dilakukan melalui gambar, sehingga pelatihan ini diadakan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa peserta perlu memahami bagaimana membangun narasi visual yang kuat dalam setiap karya fotografi.
“Bagaimana membangun narasi visual menjadi kunci agar foto tidak hanya indah, tetapi juga bercerita.”
Sementara itu, Kepala Dispoparekraf Sulawesi Barat, Andi Bau Akram Dai, dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan menyampaikan bahwa fotografi memiliki peran strategis dalam promosi pariwisata di era digital saat ini.

“Fotografi menjadi aset promosi wisata yang sangat powerful di era digital,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti perubahan perilaku wisatawan modern yang sangat bergantung pada visual.“Saat ini wisata berbasis visual. Wisatawan melakukan riset sebelum melancong ke suatu destinasi, sehingga media sosial menjadi sangat penting.”
Melalui kegiatan ini, Dispoparekraf berharap para pelaku ekonomi kreatif khususnya di bidang fotografi mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas karya mereka, serta berkontribusi dalam mempromosikan potensi wisata dan kearifan lokal Sulawesi Barat secara lebih luas.

Selain itu, pelatihan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas kreatif, dan pelaku industri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.







