MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat strategi penanganan Tuberkulosis (TBC) melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Hilangkan Stigma dan Tingkatkan Kesadaran untuk Langkah Nyata Melawan TBC di Wilayah Sulawesi Barat” di Aula Kantor Bupati Mamuju, Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Sulbar ini menjadi ruang kolaborasi strategis antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengentaskan masalah TBC secara terpadu.
Secara terpisah, Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa penghapusan stigma sosial terhadap pasien merupakan kunci penting keberhasilan penanganan TBC. Menurutnya, rasa malu dan prasangka negatif sering kali menjadi penghambat utama warga untuk memeriksakan diri secara dini maupun menyelesaikan masa pengobatan.
“Edukasi publik harus diperkuat agar stigma ini hilang. Dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan sekitar sangat menentukan proses pemulihan pasien dan efektivitas pencegahan penularan,” jelas dr. Nursyamsi.
Senada dengan hal itu, Ketua Tim Kerja Penanggulangan Penyakit Menular DKPPKB Sulbar, Ririn Handayani, memaparkan pentingnya pendekatan multisektor berbasis semangat Garatta TBC. Gerakan ini memadukan peran aktif tenaga kesehatan, aparat penegak hukum, dan elemen warga untuk melacak serta memutus rantai penularan di tingkat komunitas.
Langkah terintegrasi ini sejalan dengan agenda Panca Daya ke-3 terkait penguatan SDM unggul dan berkarakter, guna mewujudkan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka. DKPPKB Sulbar memastikan upaya eliminasi TBC akan terus bertransformasi menjadi gerakan kolektif seluruh lapisan masyarakat. (Adv/Rls)











