Mamuju, 2 Mei 2026 — Komitmen dalam membangun budaya literasi kembali mendapat apresiasi. Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Barat memberikan penghargaan Sahabat Literasi kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mamuju, Muhammad Fausan Basir, atas kontribusinya dalam memperkuat tradisi literasi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Konferwil IV Fatayat NU Sulawesi Barat yang dirangkaikan dengan pemberian apresiasi Anugerah Sahabat kepada seluruh elemen yang senantiasa berkontribusi terhadap kegiatan Fatayat NU Sulawesi Barat selama ini. Pemberian penghargaan itu berlangsung di Aula Kemenag Kanwil Sulawesi Barat, dan secara langsung diberikan oleh Bendahara Umum Fatayat NU Pusat Wilda Tusuroh. Momentum ini menjadi pengakuan atas kerja-kerja nyata Muhammad Fausan Basir yang telah dilakukan dalam mendorong gerakan literasi, khususnya di kalangan generasi muda.

Ketua Fatayat NU Sulawesi Barat, Imelda Adhi Yanti, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi bentuk apresiasi atas dedikasi yang konsistensi terhadap kerja-kerja sosial.
“Kami melihat bahwa Bapak Muhammad Fausan Basir tidak hanya berbicara tentang literasi, tetapi benar-benar menghadirkannya dalam kebijakan dan aksi nyata, khususnya saat ia menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Mamuju. Beliau berhasil membangun gerakan literasi yang menyentuh masyarakat hingga ke tingkat desa, sekaligus memberi ruang bagi anak muda untuk bergerak dan berdampak,” ungkapnya.
Menurut Imelda, peran aktif dalam membangun literasi yang inklusif menjadi sangat penting di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Literasi tidak lagi hanya soal membaca, tetapi juga tentang kemampuan memahami, mengolah informasi, dan berkontribusi dalam kehidupan sosial.

Sementara itu, Muhammad Fausan Basir menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari pemerintah, komunitas literasi, hingga organisasi kepemudaan dan keagamaan.
“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh gerakan literasi di Mamuju. Kita ingin memastikan bahwa literasi menjadi fondasi dalam membangun masa depan generasi muda. Masa depan Mamuju,” ujarnya.
Penghargaan Sahabat Literasi ini sekaligus menjadi penegasan bahwa gerakan literasi di Sulawesi Barat terus tumbuh dan mendapatkan dukungan luas. Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti Fatayat NU diharapkan mampu memperkuat ekosistem literasi yang lebih merata, inklusif, dan berdampak nyata bagi pembangunan daerah.












