Mamuju, SorotanPena.Id – Isu penggunaan handphone di lingkungan sekolah menjadi sorotan dalam podcast “Halo Sulbar” yang digelar RRI Mamuju, Jumat (3/4/2026). Sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat membahas kebijakan pembatasan gadget oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, sebagai upaya membentuk generasi yang lebih sehat di tengah arus digital.
Hadir sebagai narasumber, Kepala Dinas Kominfo SP Sulbar Muhammad Ridwan Djafar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar Muhammad Nehru Sagena, serta Kepala Badan Kesbangpol Sulbar Muhammad Darwis Damir.
Diskusi tersebut mengangkat kebijakan pembatasan penggunaan gadget di satuan pendidikan, khususnya pada jenjang SMA/sederajat.
Ridwan Djafar menilai, kemajuan teknologi digital menghadirkan dua sisi yang tidak terpisahkan. Di satu sisi memberikan kemudahan akses informasi, namun di sisi lain juga membawa potensi ancaman, terutama bagi generasi muda.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah menerbitkan regulasi melalui PP Tunas yang ditindaklanjuti oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui Peraturan Nomor 9 Tahun 2026 tentang perlindungan anak di ruang digital, termasuk pengaturan pembatasan penggunaan gadget bagi anak.
Di tingkat daerah, Kominfo Sulbar juga aktif mendorong literasi digital melalui berbagai kanal, salah satunya melalui Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang tersebar di enam kabupaten.
“Edukasi ini menyasar seluruh lapisan masyarakat, agar mampu memahami dampak positif dan negatif teknologi digital serta menyikapinya secara bijak,” ujar Ridwan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar, Muhammad Nehru Sagena, menilai kebijakan pembatasan gadget perlu diperluas.
Ia mengingatkan, sebagian besar waktu anak dihabiskan di luar sekolah, sehingga penguatan kebijakan tidak cukup hanya di jenjang SMA. Menurutnya, pendekatan serupa perlu diterapkan sejak pendidikan dasar hingga menengah pertama dengan metode yang disesuaikan dengan karakter peserta didik.
Di sisi lain, Kepala Badan Kesbangpol Sulbar Muhammad Darwis Damir menyoroti realitas sosial bahwa hampir seluruh anak saat ini telah memiliki gadget.
Karena itu, menurutnya, kebijakan yang diambil perlu mempertimbangkan kondisi tersebut serta terus diselaraskan dengan aspirasi masyarakat agar tetap relevan dan efektif.
Melalui forum ini, Pemprov Sulbar menegaskan komitmennya dalam membangun generasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap terlindungi.
Pembatasan gadget, lanjutnya, bukan sekadar larangan, melainkan bagian dari upaya menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan kesiapan mental generasi muda dalam menghadapinya. (Rls/*)













