MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan pentingnya pemanfaatan Dana Alokasi Umum Specific Grant (DAU-SG) Bidang Kesehatan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pembangunan kesehatan di daerah.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka sekaligus memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Strategis dan Lokakarya Tindak Lanjut Hasil Pendampingan I Performance Improvement Plan (PIP) DAU-SG Bidang Kesehatan Tahun 2027 di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Mamuju, Senin (3/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses pendampingan Performance Improvement Plan (PIP) yang bertujuan memvalidasi dan memfinalisasi Rencana Peningkatan Kinerja (RPK) pada berbagai intervensi prioritas. Langkah ini diharapkan mampu mendukung pencapaian Indeks Kinerja Kesehatan sekaligus memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan.
Dalam arahannya, dr. Nursyamsi Rahim menekankan bahwa setiap program dan kegiatan yang dirancang harus berbasis pada analisis masalah, memiliki target yang terukur, serta selaras dengan dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.
“Performance Improvement Plan bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi, tetapi menjadi komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Melalui kolaborasi lintas sektor dan perencanaan yang berbasis data, kita dapat memastikan setiap intervensi memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar dr. Nursyamsi Rahim.
Ia mengajak seluruh pemerintah kabupaten, organisasi perangkat daerah terkait, serta para pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam mengimplementasikan hasil lokakarya. Menurutnya, Rencana Peningkatan Kinerja (RPK) yang disusun harus dapat diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah agar pelaksanaannya berjalan secara berkelanjutan.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Mamuju, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan, Tim Bank Dunia, tenaga ahli Performance Improvement Plan (PIP), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Selama kegiatan, peserta membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari pemaparan hasil pendampingan, gap analysis, fishbone analysis, root cause analysis (RCA), penyempurnaan matriks Rencana Peningkatan Kinerja (RPK), hingga finalisasi rencana implementasi.
Secara terpisah, dr. Nursyamsi Rahim menegaskan bahwa penguatan tata kelola melalui implementasi DAU-SG Bidang Kesehatan merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam mendukung visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka.
“Melalui perencanaan yang lebih terarah, berbasis data, dan didukung kolaborasi lintas sektor, kami ingin memastikan kualitas pelayanan kesehatan di Sulawesi Barat terus meningkat, lebih efektif, akuntabel, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (Adv/Rls)











