MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Rapat Koordinasi dan Desk Sinkronisasi Monitoring Realisasi Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Tahun Anggaran 2026, Senin (18/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan primer sekaligus memastikan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik sektor kesehatan berjalan optimal, tepat sasaran, dan akuntabel.
Pelaksanaan monitoring ini sejalan dengan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, khususnya dalam mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berdaya saing melalui penguatan layanan kesehatan hingga tingkat masyarakat.
Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan primer merupakan fondasi penting dalam pembangunan kesehatan daerah.
“Melalui pemanfaatan Dana BOK yang optimal, kami ingin memastikan pelayanan kesehatan hadir secara merata hingga masyarakat di wilayah terpencil,” ujar Nursyamsi.
Monitoring dilakukan mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1180/2025 yang menetapkan komponen Alokasi Kinerja (AK) sebesar 50 persen sebagai dasar penentuan pagu anggaran tahun berikutnya.
DKPPKB Sulbar juga memfokuskan penggunaan anggaran untuk mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), percepatan penurunan stunting, eliminasi Tuberkulosis (TBC), dan peningkatan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).
Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Sulbar, Putri Anindy, mengatakan evaluasi tidak hanya berorientasi pada serapan administrasi, tetapi juga pada dampak layanan kesehatan yang dirasakan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Tata Kelola, Fasilitas, dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer, Ahmad, menekankan pentingnya tata kelola anggaran yang disiplin, transparan, dan bebas duplikasi.
DKPPKB Sulbar juga memperkuat pengawasan berbasis digital melalui pemanfaatan data SatuSehat dan aplikasi ASPAK guna meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer sekaligus menjamin pemerataan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Sulawesi Barat. (Adv/Rls)












