UPTD Pengelola Darah Sulbar Siaga Malam Hari, Pastikan Ketersediaan Darah untuk Operasi Darurat

Mamuju,SorotanPena.Id – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Darah pada Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan komitmen tinggi dalam pelayanan kemanusiaan dengan memastikan ketersediaan stok darah bagi pasien yang menjalani tindakan medis darurat.

Pada malam hari, Selasa (7/4/2026), tim pelayanan darah tetap bersiaga mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WITA guna memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang dijadwalkan menjalani tindakan Sectio Caesarea (operasi sesar) dan laparotomi, dua prosedur medis dengan risiko perdarahan tinggi.

Pelayanan ini dilaksanakan di luar jam kerja reguler sebagai bentuk respons cepat terhadap kebutuhan layanan kesehatan, khususnya dalam menjamin keselamatan pasien melalui ketersediaan darah yang aman dan tepat waktu.

Kegiatan tersebut turut didampingi langsung oleh jajaran pimpinan, mulai dari Kepala UPTD Pengelola Darah, Plt. Kepala Subbagian Tata Usaha, hingga pengelola kepegawaian. Kehadiran unsur manajemen ini bertujuan memastikan seluruh proses pelayanan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), baik secara teknis maupun administratif.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan serangkaian prosedur penting, seperti pemeriksaan golongan darah dan uji kecocokan (cross-matching) secara teliti guna meminimalisir risiko reaksi transfusi saat tindakan operasi berlangsung.

Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter sebagaimana visi pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, dalam keterangannya secara terpisah menyampaikan apresiasi atas kesiapsiagaan tim UPTD Pengelola Darah yang tetap memberikan pelayanan di luar jam kerja.

“Kesiapsiagaan layanan darah merupakan bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan, terutama dalam kondisi darurat. Kami mengapresiasi komitmen petugas yang tetap siaga demi memastikan keselamatan pasien. Ini adalah wujud nyata pelayanan kesehatan yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Melalui pelayanan yang optimal, responsif, dan terstandar, diharapkan seluruh tindakan medis yang membutuhkan transfusi darah dapat berjalan lancar serta memberikan hasil terbaik bagi pasien. (Adv/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *