Mamasa, SorotanPena.Id — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat akses layanan penanggulangan Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO) di seluruh wilayah Sulawesi Barat. Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Sebagai upaya pemerataan layanan kesehatan, DKPPKB Sulbar melaksanakan kegiatan Persiapan Layanan TBC Resisten Obat di RSUD Kondosapata Mamasa pada 7 Mei 2026.
Kegiatan itu bertujuan memberikan pendampingan dan fasilitasi kepada pihak rumah sakit agar dapat membuka layanan penanganan pasien TBC Resisten Obat secara bertahap sesuai standar Program TBC Nasional.
Kehadiran layanan TBC RO di Kabupaten Mamasa diharapkan mampu memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Dengan adanya layanan tersebut, pasien tidak lagi harus dirujuk ke kabupaten lain untuk mendapatkan pengobatan maupun pemantauan terapi.
Saat ini, Sulawesi Barat telah memiliki enam rumah sakit pemerintah penyelenggara layanan TBC RO yang tersebar di lima kabupaten, yakni RSUD Provinsi Sulawesi Barat, RSUD Kabupaten Mamuju, RSUD Andi Depu, RSUD Kabupaten Majene, RSUD Mamuju Tengah, dan RSUD Pasangkayu.
Kabupaten Mamasa menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Barat yang belum memiliki layanan TBC Resisten Obat. Karena itu, penguatan kesiapan layanan di RSUD Kondosapata dinilai sebagai langkah strategis dalam pemerataan akses pelayanan kesehatan.
Selain advokasi dan fasilitasi kesiapan layanan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi tata laksana TBC Resisten Obat kepada tenaga kesehatan rumah sakit. Sosialisasi menghadirkan dokter spesialis paru dari RSUD Andi Depu yang memaparkan materi terkait penatalaksanaan pasien TBC RO, alur pelayanan, pengobatan, hingga penguatan sistem rujukan.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan penguatan layanan TBC RO di Kabupaten Mamasa merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam memastikan layanan kesehatan dapat diakses secara merata oleh seluruh masyarakat.
“Kami berharap RSUD Kondosapata Mamasa dapat segera membuka layanan TBC Resisten Obat sehingga masyarakat Mamasa tidak perlu lagi melakukan rujukan ke kabupaten lain untuk mendapatkan layanan. Ini merupakan langkah penting dalam memperkuat akses pelayanan TBC yang cepat, berkualitas, dan dekat dengan masyarakat,” ujar dr. Nursyamsi Rahim.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan layanan TBC RO di Kabupaten Mamasa.
“Melalui penguatan layanan ini, kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang setara dan berkualitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sulawesi Barat yang maju, sehat, dan sejahtera,” tambahnya.
DKPPKB Sulbar berharap RSUD Kondosapata Mamasa segera memenuhi seluruh kesiapan layanan dan menjadi fasilitas pelayanan kesehatan penyelenggara layanan TBC RO di Kabupaten Mamasa. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan mudah diakses masyarakat. (Adv/Rls)












