DKPPKB Sulbar Perkuat Akurasi Data RS Online, Pastikan Ketersediaan Tempat Tidur dan Ventilator

MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat tata kelola data pelayanan kesehatan rujukan melalui kegiatan Sinkronisasi RS Online dengan Data Tempat Tidur dan Ventilator.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Rabu (12/8/2026) tersebut digelar oleh DKPPKB Sulbar melalui Bidang Pelayanan Kesehatan Lanjutan, Farmasi, Alat Kesehatan dan SDMK bersama Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Lanjutan, dengan melibatkan para pengelola data rumah sakit.

Sinkronisasi dilakukan untuk memastikan data yang tercatat dalam RS Online, khususnya terkait ketersediaan tempat tidur dan ventilator, sesuai dengan kondisi aktual di masing-masing rumah sakit.

Akurasi data tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pemerintah memantau kapasitas pelayanan rumah sakit sekaligus menyusun perencanaan dan mengambil keputusan terkait penyelenggaraan pelayanan kesehatan rujukan.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pencocokan dan verifikasi antara data yang tersedia dalam sistem RS Online dengan data aktual tempat tidur dan ventilator yang dimiliki masing-masing rumah sakit.

Proses tersebut sekaligus menjadi langkah untuk mengidentifikasi adanya perbedaan atau ketidaksesuaian data sehingga dapat segera dilakukan pembaruan dan perbaikan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Lanjutan, Farmasi, Alat Kesehatan dan SDMK DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Darmawiyah, M.Tr.Adm.Kes, menegaskan bahwa ketepatan data rumah sakit memiliki peran penting dalam mendukung pengelolaan pelayanan kesehatan rujukan.

“Sinkronisasi ini penting untuk memastikan data pada RS Online benar-benar sesuai dengan kondisi aktual di rumah sakit, khususnya terkait ketersediaan tempat tidur dan ventilator. Data yang akurat akan membantu pemerintah dalam memantau kapasitas pelayanan dan menentukan langkah yang tepat dalam mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mendorong seluruh rumah sakit untuk melakukan pemutakhiran data secara berkala agar informasi yang tersedia dalam sistem tetap akurat, dapat dipertanggungjawabkan, dan dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pelayanan.

“Kami berharap melalui sinkronisasi ini tidak ada lagi perbedaan antara data yang tercatat dalam sistem dengan kondisi sebenarnya di rumah sakit. Ketepatan dan pembaruan data secara berkala menjadi tanggung jawab bersama untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan responsif,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan penguatan tata kelola data menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan rujukan di Sulawesi Barat.

“Melalui kegiatan ini, DKPPKB Sulbar terus memperkuat tata kelola data pelayanan kesehatan rujukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas perencanaan, pemantauan kapasitas rumah sakit, dan pengambilan kebijakan berbasis data,” katanya.

Menurutnya, data yang akurat dan diperbarui secara berkala akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kapasitas pelayanan rumah sakit di Sulawesi Barat. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam merespons kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat secara lebih cepat dan tepat.

Upaya tersebut sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, khususnya dalam memperkuat kualitas pelayanan publik dan sistem kesehatan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (Adv/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *