Mamuju, SorotanPena.Id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat komitmennya dalam mendorong inovasi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi DKPPKB Sulbar dalam Rapat Koordinasi Inovasi Daerah yang berlangsung di Ruang Rapat RPJMD Bapperida Sulbar, Senin (13/04/2026).
Rapat ini menjadi wadah strategis bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyelaraskan pemahaman serta memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan inovasi yang berdampak, khususnya di sektor kesehatan.
Langkah tersebut sejalan dengan visi pembangunan “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” yang diusung oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Dalam visi tersebut, inovasi menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa inovasi merupakan kebutuhan penting dalam menghadapi dinamika pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
“Penguatan inovasi di bidang kesehatan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan akses dan mutu layanan. Kami mendorong seluruh jajaran agar terus berinovasi dengan pendekatan yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta pengelolaan inovasi yang sistematis, sehingga setiap gagasan yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara optimal dan memberikan manfaat nyata.
Dalam rangka mendukung peningkatan Indeks Inovasi Daerah (IID) serta capaian Innovative Government Award (IGA), DKPPKB Sulbar terus mengoptimalkan tahapan pengembangan inovasi, mulai dari penjaringan ide, pendampingan, pelaksanaan bimbingan teknis, hingga evaluasi dampak inovasi secara berkelanjutan.
Melalui langkah ini, DKPPKB Sulbar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Sulawesi Barat. (Adv/Rls)













