MAMUJU TENGAH, SOROTANPENA.ID — Tim Surveilans, Imunisasi, dan Kesehatan Haji Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi penginputan data imunisasi pada aplikasi ASIK (Aplikasi Sehat IndonesiaKu) di Kabupaten Mamuju Tengah, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan ini bertujuan memastikan ketepatan dan kelengkapan pelaporan pelayanan imunisasi yang dilakukan oleh fasilitas pelayanan kesehatan.
Monitoring tersebut juga merupakan bagian dari upaya penguatan pelayanan kesehatan dasar, sekaligus mendukung visi dan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya pada program imunisasi.
Berdasarkan data Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) bayi per 28 Februari 2026, progres penginputan menunjukkan Kabupaten Mamuju Tengah memiliki capaian tertinggi yakni 5,72 persen, dengan selisih cukup jauh dibandingkan kabupaten lainnya di Sulawesi Barat. Capaian ini menunjukkan percepatan penginputan data serta pelaksanaan imunisasi yang lebih optimal di daerah tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan penggunaan aplikasi ASIK sangat penting untuk memastikan data imunisasi tercatat secara cepat dan akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan program kesehatan.
“Data imunisasi yang tercatat dengan baik akan membantu pemerintah dalam memantau capaian program sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Kesehatan Lingkungan (P2KL) DKPPKB Sulbar, dr. Muhammad Ihwan, menambahkan bahwa kegiatan monitoring ini juga bertujuan meningkatkan kualitas data serta mendorong petugas kesehatan agar lebih disiplin dalam melakukan penginputan data imunisasi secara tepat waktu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dapat semakin optimal dalam melakukan pencatatan dan pelaporan imunisasi sehingga program imunisasi di Sulawesi Barat dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. (Adv/Rls)










