DKPPKB Sulbar Matangkan Program Prioritas Kesehatan 2027, Fokus Stunting, TBC, dan Layanan Primer

MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat mulai mematangkan arah pembangunan kesehatan tahun 2027 melalui pembahasan program dan kegiatan prioritas yang digelar di Aula Ammana Wewang DKPPKB Sulawesi Barat, Senin (6/7/2026).

Rapat dipimpin langsung Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, dan diikuti para kepala bidang, kepala UPTD, ketua tim kerja, serta pejabat di lingkungan DKPPKB Sulbar.

Dalam forum tersebut, masing-masing bidang dan UPTD memaparkan usulan program serta kegiatan prioritas yang akan menjadi fokus pelaksanaan pada 2027. Pembahasan dilakukan secara komprehensif untuk memastikan setiap program selaras dengan arah pembangunan daerah dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan seluruh program yang disusun harus mendukung visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya implementasi Guidance Panca Daya ke-3, yakni membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

“Setiap program yang kita susun harus memiliki arah yang jelas, memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, serta mendukung pencapaian visi pembangunan Sulawesi Barat. Perencanaan yang baik menjadi fondasi keberhasilan pelaksanaan program di masa mendatang,” tegas dr. Nursyamsi Rahim.

Ia menjelaskan, arah kebijakan pembangunan kesehatan tahun 2027 akan difokuskan pada penguatan pelayanan kesehatan primer, percepatan penurunan stunting, eliminasi Tuberkulosis (TBC), peningkatan cakupan Program Cek Kesehatan Gratis, penguatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), transformasi layanan kesehatan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia kesehatan.

Menurutnya, setiap perangkat di lingkungan DKPPKB harus mampu menyusun program yang inovatif, efektif, berbasis data, dan berorientasi pada hasil agar setiap alokasi anggaran memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Perencanaan bukan sekadar menyusun daftar kegiatan, tetapi memastikan setiap program menjawab kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan dampak yang terukur terhadap peningkatan kualitas kesehatan. Karena itu, sinergi antarbidang harus terus diperkuat agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Pembahasan program prioritas ini juga menjadi bagian dari penyusunan perencanaan pembangunan yang lebih terarah, terukur, dan adaptif terhadap tantangan sektor kesehatan, sekaligus memperkuat koordinasi antarbidang dalam mendukung pencapaian target pembangunan daerah.

Melalui penyusunan program prioritas tahun 2027, DKPPKB Sulawesi Barat menegaskan komitmennya menghadirkan pembangunan kesehatan yang terintegrasi, berorientasi pada hasil, dan berpusat pada masyarakat, sebagai upaya mewujudkan Sulawesi Barat yang lebih sehat, produktif, maju, dan sejahtera. (Adv/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *