MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat secara resmi melepas peserta Penugasan Khusus Puskesmas (Nusantara Sehat) periode 1 Agustus 2024–31 Juli 2026 melalui Zoom Meeting, Kamis (30/7/2026).
Pelepasan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa penugasan tenaga kesehatan sekaligus bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka selama dua tahun bertugas di berbagai wilayah penugasan di Provinsi Sulawesi Barat.
Kegiatan diikuti perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Pasangkayu, Kepala Bidang SDM Kesehatan Dinas Kesehatan kabupaten, kepala puskesmas lokasi penugasan, serta seluruh tenaga kesehatan Program Nusantara Sehat yang telah menyelesaikan masa tugasnya.
Momentum pelepasan juga dimanfaatkan untuk merefleksikan pelaksanaan Program Nusantara Sehat sebagai salah satu strategi pemerintah dalam pemerataan tenaga kesehatan, khususnya di wilayah terpencil, perbatasan, kepulauan, dan daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.
Selama masa penugasan, tenaga kesehatan Nusantara Sehat berkontribusi memperkuat pelayanan kesehatan primer di puskesmas, meski harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi geografis yang sulit, keterbatasan sarana dan prasarana, hingga belum meratanya distribusi tenaga kesehatan.
Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Lanjutan, Farmasi, Alat Kesehatan, dan SDM Kesehatan DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat yang mewakili Kepala DKPPKB menegaskan bahwa Program Nusantara Sehat merupakan kebijakan strategis pemerintah untuk mendukung transformasi layanan primer melalui pemenuhan tenaga kesehatan di daerah yang membutuhkan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten, Dinas Kesehatan kabupaten, kepala puskesmas, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung pelaksanaan Program Nusantara Sehat di Sulawesi Barat.
Berdasarkan hasil evaluasi, secara umum kinerja tenaga kesehatan Program Nusantara Sehat berada pada kategori baik hingga sangat baik. Capaian tersebut dinilai mencerminkan komitmen, profesionalisme, kemampuan beradaptasi, serta kolaborasi yang terbangun dengan tenaga kesehatan di puskesmas dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan primer.
“Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan program, secara umum tenaga kesehatan Program Nusantara Sehat menunjukkan kinerja yang baik hingga sangat baik. Capaian tersebut mencerminkan komitmen, tanggung jawab, kemampuan beradaptasi, serta kolaborasi yang telah dibangun bersama seluruh tenaga kesehatan di puskesmas dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa berakhirnya masa penugasan bukan berarti berakhir pula pengabdian sebagai tenaga kesehatan.
“Hari ini merupakan akhir dari masa penugasan, namun bukan akhir dari pengabdian. Bangsa dan negara masih membutuhkan tenaga kesehatan yang memiliki semangat melayani, berintegritas, dan mampu menjadi agen perubahan dalam pembangunan kesehatan. Jadikan pengalaman selama bertugas di Program Nusantara Sehat sebagai bekal untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di mana pun Saudara mengabdi,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan pelepasan resmi peserta Penugasan Khusus Puskesmas (Nusantara Sehat) periode 1 Agustus 2024–31 Juli 2026 oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Lanjutan, Farmasi, Alat Kesehatan, dan SDM Kesehatan atas nama Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat.
DKPPKB Sulbar berharap semangat pengabdian yang telah ditunjukkan para tenaga kesehatan selama menjalankan tugas tetap menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional, sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan primer yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Adv/Rls)








