MAMUJU, SOROTANPENA.ID – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, sebagai narasumber pada Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat yang digelar di Aula Marannu Polda Sulbar, Senin (13/7/2026).
Keterlibatan DKPPKB Sulbar dalam forum tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Polda Sulbar dalam mendukung transformasi pelayanan publik, khususnya pada penanganan korban kecelakaan lalu lintas. Rakernis mengusung semangat pelayanan lalu lintas yang modern, humanis, dan berbasis teknologi.
Dalam pemaparannya, dr. Nursyamsi Rahim membawakan materi bertajuk “Mewujudkan Penanganan Tindakan Pertolongan Pertama kepada Korban Kecelakaan Lalu Lintas yang Responsif.” Materi tersebut menekankan pentingnya sistem pertolongan pertama yang cepat, terintegrasi, dan didukung kolaborasi antara kepolisian, fasilitas pelayanan kesehatan, serta para pemangku kepentingan.
Menurutnya, penanganan korban kecelakaan tidak hanya bergantung pada kecepatan evakuasi, tetapi juga pada koordinasi yang baik sejak lokasi kejadian hingga korban mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan.
“Golden period atau waktu emas setelah kecelakaan sangat menentukan keselamatan korban. Karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara kepolisian, tenaga kesehatan, rumah sakit, puskesmas, dan layanan kegawatdaruratan agar korban memperoleh pertolongan secara cepat, tepat, dan sesuai standar medis,” ujar dr. Nursyamsi.
Ia menambahkan, Rakernis menjadi momentum strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam membangun sistem pelayanan kegawatdaruratan yang lebih efektif di Sulawesi Barat.
Partisipasi DKPPKB Sulbar dalam kegiatan ini juga sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, mudah diakses, dan responsif terhadap kondisi kegawatdaruratan.
Melalui kolaborasi yang semakin erat antara sektor kesehatan dan kepolisian, DKPPKB Sulbar berharap kualitas penanganan korban kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Barat terus meningkat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menekan angka kematian dan kecacatan akibat kecelakaan, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang profesional, cepat, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat. (Adv/Rls)






