Majene, SorotanPena.Id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menjadi narasumber dalam kegiatan peningkatan kapasitas pengelola dan kader Posyandu berbasis 25 kompetensi yang digelar di Kabupaten Majene, 10–11 Maret 2026, di Hotel Villa Bogor Majene.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Barat ini merupakan bagian dari program PASTI PADU dengan sasaran kader Posyandu dari desa dan kelurahan lokus program tersebut.
Program ini juga sejalan dengan kebijakan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, melalui program Panca Daya dalam upaya mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Sebanyak 84 kader Posyandu dari berbagai desa dan kelurahan mengikuti kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kapasitas dalam menjalankan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat di tingkat desa.
Para kader dibekali pemahaman mengenai standar pelayanan Posyandu berbasis 25 kompetensi kader, yang mencakup berbagai aspek pelayanan kesehatan dasar masyarakat, seperti kesehatan ibu dan anak, gizi, pencegahan penyakit, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan masyarakat untuk memberikan penguatan materi sekaligus berbagi pengalaman praktik pelayanan kesehatan berbasis komunitas.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
“Kader Posyandu merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui peningkatan kapasitas dengan 25 kompetensi ini, kita berharap kader semakin mampu memberikan pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas, melakukan edukasi kepada masyarakat, serta mendukung berbagai program prioritas kesehatan seperti pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas kader Posyandu menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup sehat. (Adv/Rls)






