MAMUJU, SOROTANPENA.ID — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Pelatihan Pelayanan Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja bagi Tenaga Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), dengan dukungan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Makassar.
Kegiatan yang berlangsung di Grand Maleo Hotel, Mamuju, pada 26–30 Oktober 2026 ini menargetkan keikutsertaan 30 tenaga kesehatan. Pelatihan bertujuan meningkatkan kompetensi peserta dalam memberikan pelayanan yang sesuai standar, berkualitas, dan berkelanjutan.
Kepala DKPPKB Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, membuka pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan primer, khususnya bagi anak usia sekolah dan remaja.
Kelompok ini menghadapi beragam tantangan kesehatan, mulai dari masalah gizi, kesehatan reproduksi dan mental, hingga perilaku berisiko, penyakit tidak menular, serta kebersihan dan sanitasi. Pelayanan yang sesuai kebutuhan menjadi penting untuk mendukung tumbuh kembang mereka.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam pelatihan adalah anemia, yang dapat memengaruhi konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, dan produktivitas.
Peserta dibekali materi mengenai kebijakan dan standar pelayanan kesehatan usia sekolah dan remaja, edukasi dan skrining kesehatan, serta pencegahan dan penanggulangan anemia. Pelatihan juga mencakup pencatatan, pelaporan, dan tindak lanjut hasil pelayanan.
Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka selama lima hari dengan total 34 jam pelajaran. Metode pembelajaran meliputi penyampaian materi, praktik, penugasan, serta praktik lapangan di sekolah.
Kompetensi yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing, termasuk melalui puskesmas dan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR). Penguatan layanan juga didukung kerja sama dengan satuan pendidikan melalui Usaha Kesehatan Sekolah dan Madrasah (UKS/M).
Melalui kolaborasi tersebut, skrining, edukasi, dan tindak lanjut kesehatan anak dan remaja diharapkan berjalan lebih terarah dan berkesinambungan.
Pelatihan ini sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yakni “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”, melalui pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
DKPPKB Sulawesi Barat berharap peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dapat memperkuat upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit, sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat dan produktif. (Adv/Rls)








