MAJENE, SOROTANPENA.ID – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting di Sulawesi Barat.
Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Kesehatan yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-22 STIKES Bina Bangsa Majene, Kamis (4/6/2026). Seminar mengangkat tema “Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Majene” dan diikuti mahasiswa, dosen, serta kader Posyandu binaan STIKES Bina Bangsa Majene.
Dalam pemaparannya, dr. Nursyamsi mengatakan percepatan penurunan stunting merupakan salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia yang sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
Menurutnya, stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah.
“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara terpadu melalui intervensi gizi, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, edukasi keluarga, serta pemberdayaan masyarakat,” ujar dr. Nursyamsi.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat berbagai program percepatan penurunan stunting melalui pendekatan lintas sektor, mulai dari penguatan pelayanan kesehatan primer, peningkatan kesehatan ibu dan anak, hingga dukungan program pemenuhan gizi masyarakat.
Selain itu, perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung upaya tersebut melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan advokasi berbasis bukti.
“Mahasiswa kesehatan juga dapat menjadi agen perubahan yang berperan dalam mengedukasi masyarakat, mendampingi keluarga berisiko stunting, memperkuat layanan Posyandu, serta mengembangkan inovasi promosi kesehatan berbasis teknologi,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua STIKES Bina Bangsa Majene, Yulianah Sulaiman, mengapresiasi kehadiran DKPPKB Sulawesi Barat dalam kegiatan akademik tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui seminar ini, kami berharap mahasiswa, dosen, dan kader Posyandu dapat semakin memahami peran masing-masing dalam upaya percepatan penurunan stunting,” kata Yulianah.
Seminar berlangsung interaktif dengan berbagai sesi diskusi yang membahas tantangan dan peluang percepatan penurunan stunting di Kabupaten Majene maupun Sulawesi Barat secara umum. Para peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Melalui momentum Dies Natalis ke-22 STIKES Bina Bangsa Majene, DKPPKB Sulawesi Barat berharap semakin banyak inovasi dan gerakan nyata dari kalangan akademisi serta masyarakat dalam mendukung terwujudnya Sulawesi Barat bebas stunting menuju Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera. (Adv/Rls)












